OVERSEAS PROGRAM 2014 University of California San Diego

USCD Campus view

Hari Pertama, Senin, 25 Agustus 2014

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 24 jam perjalanan udara 156 Siswa IIHS, IISS dan IIBS serta 12 chaperone tiba di San Francisco International Airport pada hari Minggu, 24 Agustus 2014 pukul 21.00 waktu setempat. Tidak hanya itu proses pengecekan di imigrasi bandara tersebut juga berlangsung dengan lancar. Sehingga tepat pada Senin, 25 Agustus 2014 pukul 00.00 waktu setempat para siswa dan chaperone dapat segera melanjutkan perjalanan ke San Diego.

Perjalanan ke San Diego ditempuh melalui perjalanan darat yang membutuhkan waktu sekitar 12 jam perjalanan, mengingat jarak antara San Diego dan San Fransisco sekitar 750 km. Perjalanan darat dipilih agar siswa-siswi dapat juga merasakan transportasi darat jarak jauh di Amerika Serikat serta dapat mengamati bentang alam Amerika Serikat bagian Selatan dengan lebih leluasa, yang tentunya akan menjadi pengalaman berbeda bagi seluruh siswa.

Menjelang siang, setelah menempuh kurang lebih 12 jam perjalanan, seluruh siswa beserta chaperone akhirnya tiba di San Diego pada pukul 11.00 waktu setempat, dan langsung menuju Embassy Suites Hotel, di kawasan La Jolla-San Diego. Perjalanan panjang yang melelahkan tidak menggentarkan seluruh siswa dan chaperone untuk segera melanjutkan aktivitas dan mengenal San Diego lebih dekat.

Pukul 13.30 waktu setempat seluruh siswa dan chaperone berangkat dari Embassy Suites menuju ke University of California San Diego (UCSD) dengan menggunakan bus yang telah disiapkan oleh UCSD. Jarak antara hotel dan UCSD San Diego tidak terlalu jauh, hanya sekitar 20 menit perjalanan dengan menggunakan kendaraan. Sesampainya di UCSD, seluruh siswa dan chaperone disambut hangat oleh Roxanne Nuhaily dan Kristin Niederecker sebagai perwakilan dari UCSD. University of California-San Diego sangat antusias menerima kedatangan 156 siswa perserta overseas program dan chaperone, mengingat dengan adanya overseas program ini berbagai elemen di UCSD akan memiliki kesempatan untuk mengenal kebudayaan serta karakteristik Indonesia dan Islam secara lansung melalui seluruh siswa dan chaperone.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembuatan kartu identitas dan meet and greet dari UCSD bagi para siswa dan chaperone.  Dalam kegiatan meet and greet para siswa  ditunjukkan slide show dan video mengenai San Diego. Hal ini penting untuk diberikan kepada siswa untuk memberikan mereka gambaran umum mengenai San Diego, tempat dimana mereka akan melakukan overseas program. Tidak hanya itu panitia dari UCSD juga membekali siswa dengan informasi mengenai basic rules selama program berlangsung.

Kegiatan pada hari pertama ini diakhiri dengan makan malam dan sekitar pukul 18.00 waktu setempat, para siswa dan chaperone segera kembali ke Embassy Suites untuk check in ke hotel.

 IMG_1228 (1)

Hari Kedua, Selasa, 26 Agustus 2014

Kegiatan siswa pada hari ini diawali dengan sarapan pagi di Embassy Suites, hotel tempat para siswa tinggal selama di San Diego.  Tepat pukul 08.00 waktu setempat, siswa dan chaperone dijemput dengan menggunakan bus yang digunakan panitia untuk menuju ke UCSD.

Sesampainya di UCSD seperti biasa para siswa melakukan registrasi. Kegiatan hari ini merupakan orientasi yang bertujuan mengenalkan lingkungan kampus UCSD. Setelah melakukan ice breaking yang dipimpin oleh panitia dari UCSD para siswa dibimbing untuk melakukan tur keliling kampus UCSD. Para siswa sangat menikmati kegiatan ini, karena kampus UCSD merupakan salah satu kampus terbaik di Amerika Serikat. Para siswa mengunjungi banyak area penting di kampus seperti:

1.  Geisel Library

Geisel Library memiliki bentuk bangunan yang unik yang menjadi ikon arsitektur ternama dari kampus UCSD.  Geisel Library merupakan salah satu perpustakaan terbesar di Amerika Serikat dengan koleksi buku yang mencapai jutaan jumlahnya. Tidak hanya itu, Geisel Library juga memiliki akses on line ke enam perpustakaan University of California lainnya.

2.  Conrad Prebys Music Center

Conrad Prebys Music Center merupakan pusat kegiatan bermusik di UCSD. Di Conrad Prebys Music Center terdapat computer music labs, rehearsal room, recording facilities dan performance space  berkapasitas 400 kursi penonton. Conrad Prebys Music Center sendiri merupakan bagian dari Campus Art District.3

 3. Matthews Quad

Di kawasan Matthews Quad ini para siswa dapat menyaksikan langsung bangunan tua bekas tempat pelatihan militer Amerika Serikat di awal abad 20. Di sekitar Matthews Quad terdapat banyak sekali pohon-pohon sehingga Matthews Quad menjadi kawasan yang rindang. Oleh karenanya para siswa sangat menikmati beraktivitas di area ini. Karena memiliki peraturan mengenai lingkungan yang baik, serta mampu merawat dan menambah jumlah pohon di area kampus secara signifikan tidak heran bahwa UCSD dianugerahi penghargaan Tree Campus USA.

4.  Town Square

Town Square merupakan salah satu tempat mahasiswa UCSD berkumpul sehari-harinya. Setiap hari Selasa digelar pasar local disini yang menjual sayuran, buah dan bunga organik serta makanan-makanan lokal. Di Town Square ini pula para siswa melihat Patung Triton-deawa laut yang menjadi maskot dari UCSD.

Menjelang siang, para siswa kembali ke Pines Hall untuk melaksanakan makan siang dan melanjutkan kegiatan-kegiatan orientasi. Salah satu kegiatan orientasi adalah  membuat  tabel secara berkelompok untuk mendeskripsikan bagaimana orang Amerika, orang California, pengetahuan siswa tentang Amerika Serikat, California dan San Diego secara umum serta bagaimana kesan pertama mereka terhadap Amerika. Kegiatan ini penting untuk diadakan guna mengetahui sejauh mana pengetahuan awal siswa mengenai Amerika Serikat dan California.

Selesai melakukan aktivitas berkelompok para siswa melaksanakan kegiatan makan malam di Pines Hall untuk kemudian kembali ke Embassy Suites.

IMG_1224 IMG_1223

Hari ke-3, Rabu, 27 Agustus 2014

Tidak seperti hari-hari sebelumnya, dimana para siswa dan chaperone dijemput oleh bus di Embassy Suites untuk menuju ke sekolah, hari ini para siswa dijemput oleh chaperone dari UCSD untuk berangkat ke UCSD dengan menggunakan transportasi umum. Pengalaman ini sangat berkesan bagi para siswa karena transportasi di San Diego sangat berbeda dengan di Jakarta maupun daerah-daerah lainnya di Indonesia. Para siswa dan chaperone dibagi-bagi menjadi beberapa grup untuk menaiki bus umum ke sekolah.

Di San Diego bus umum dikelola oleh The Metropolitan Transit Development Board yang mengelola berbagai jenis transportasi di San Diego, salah satunya adalah bus kota. Tidak seperti di Jakarta, di San Diego dan di daerah lainnya di Amerika Serikat bus hanya berhenti di halte-halte yang ditunjuk, sehingga tidak dimungkinkan untuk bus berhenti di sembarang tempat. Belajar memanfaatkan transportasi umum di San Diego tentunya dapat melatih siswa untuk menjadi lebih teratur dan disiplin di kesehariannya. Setidaknya hal itulah yang dirasakan oleh para siswa dan chaperone.

Sesampainya di UCSD para siswa segera menuju Ledden Auditorium yang berlokasi di Muir College.  Kegiatan hari ini akan diisi dengan tur lanjutan mengelilingi kampus, sekaligus mengenalkan para siswa tentang kelas-kelas dimana mereka akan belajar. Setelah kemarin mengunjungi beberapa area tempat mahasiswa UCSD berkumpul, hari ini para siswa mengunjungi fakultas-fakultas yang ada di UCSD. Beberapa fakultas yang dikunjungi para siswa antara lain:

1.  Jacob School of Engineering

Begitu tiba di kawasan Jacob School of Engineering, para siswa dikejutkan dengan patung berwujud beruang yang tersusun dari bongkahan batu sangat besar. Karena bentuknya yang menyerupai beruang maka patung ini dikenal dengan nama “The Bear”. Patung ini merupakan hasil karya dari mahasiswa Jacob School of Engineering. Jacob School of Engineering menawarkan program sarjana serta magister di berbagai disiplin. Jacob School of Engineering terdiri dari beberapa fakultas antara lain adalah ilmu seperti ilmu komputer, teknik mesin, teknik elektro, teknik pesawat dan ruang angkasa, teknik struktur dan masih banyak lagi.

2.  The Rady School of Management

Layaknya fakultas bisnis dan ekonomi pada umumnya. The Rady School of Management menawarkan program sarjana dan magister di bidang manajemen dan bisnis. Lokasi  dari The Rady School of Management sendiri tidak jauh dari RIMAC multi-tasking sports, recreation and concert facility. Yang mana RIMAC ini dapat berfungsi sebagai lapangan voli dan basket ataupun sebagai tempat penyelenggaraan konser.

3.  The School of International Relations and Pacific Studies

The School of International Relations and Pacific Studies mengajarkan teori serta praktik yang seimbang bagi para mahasiswa untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Diharapkan dengan belajar di The School of International Relations and Pacific Studies, akan banyak pemimpin-pemimpin besar di dunia yang berasal dari belahan Pasifik.

Sekembalinya dari tur kampus para siswa diarahkan untuk makan siang dan melanjutkan kegiatan mereka. Kegiatan selanjutnya dari para siswa adalah mengikuti English Activity Class dimana mereka belajar di kelas bersama guru-guru dari UCSD. Melalui English Activity Class ini diharapkan kemampuan berbahasa Inggris para siswa akan meningkat, sekaligus mewujudkan salah satu pilar dari International Islamic Education Council yakni “Bahasa”.

 IMG_1236

IMG_1234

Kamis, 28 Agustus 2014

Hari ini merupakan hari pertama dimana para siswa berangkat ke UCSD dengan menggunakan kendaraan umum tanpa pedampingan dari chaperone UCSD, melainkan hanya didampingi oleh chaperone IIEC saja. Kegiatan pagi ini diawali dengan English Activity Class. Para siswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, sebab metode yang digunakan dalam English Activity Class ini sangat interaktif. Selain itu memang tidak ada yang lebih baik untuk belajar bahasa melalui first hand experience.

IMG_1244

Separuh hari kegiatan siswa dilanjutkan dengan  Field Trip mengunjungi beberapa obyek wisata di San Diego. San Diego merupakan salah satu kota pantai yang cukup besar di Amerika Serikat, sehingga banyak sekali obyek-obyek wisata menarik yang tentu saja sayang untuk dilewatkan oleh para siswa.

Selepas siang para siswa dan chaperone meulai kegiatan field trip dengan mengunjungi Mount Soledad, Balboa Park, Seaport Village serta San Diego Shores Beach.

Mount Soledad Veterans’ Memorial atau lebih dikenal dengan Mount Soledad merupakan sebuah bukit dengan lambang salib besar di atasnya merupakan tempat untuk mengenang jasa para tentara Amerika Serikat yang wafat ketika sedang menjalankan tugasnya. Di sekitar monument salib berukuran besar ini, trdapat banyak plakat yang berisi foto serta keterangan para veteran yang dikenang di monument ini. Pada musim semi tepatnya setiap tanggal 26 Mei, di Mount Soledad selalu diadakan upacara untuk mengenang para veteran tersebut, yang mana ketika upacara dimainkan marching band dan ditembakkan senapan ke udara.

IMG_1257

Setelah mengunjungi Mount Soledad para siswa dan chaperone pergi untuk mengunjungi Balboa Park. Balboa Park merupakan kawasan wisata yang memiliki aneka macam tempat hiburan seperti kebun binatang dan aneka museum. Beberapa museum yang ada di Balboa Park antara lain adalah Aerospace Museum, Automotive Museum, Natural History Museum, Museum of Art, Museum of Man dan sebagainya. Kunjungan ke museum ini sangat dinikmati oleh para siswa karena selain sebagai hiburan kunjungan ke museum ini juga menambah pengetahuan para siswa.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Seaport Village, San Diego. Seaport Village juga merupakan salah satu kawasan wisata di San Diego. Salah satu obyek yang menarik di Seaport Village adalah melihat singa laut di habitat aslinya juga melakukan tur kelilingan dengan kendaraan amfibi yang dapat beroperasi di darat maupun di laut. Di Seaport Village para siswa sangat antusias melihat singa laut yang berjemur di pinggir pantai dengan bebas. Di sini keberadaan singa laut sangat dijaga, mereka tidak diganggu sehingga mereka masih nyaman dan berdiam di habitat asli mereka.

Setelah puas mengamati kehidupan singa laut di Seaport Village para siswa dan chaperone berjalan-jalan menyusuri San Diego Shores Beach. San Diego Shores Beach ini apabila dianalogikan mungkin seperti di Pantai Ancol Jakarta, hanya saja San Diego Shores Beach lebih luas serta lebih terawat dan bersih pantainya. Kegiatan hari itu seperti biasa diakhiri dengan makan malam, dan kemudian para siswa kembali ke Embassy Suites Hotel tempat mereka menginap dengan didampingi chaperone.

 IMG_1292p

IMG_1291P

Hari Kelima, Jumat, 29 Agustus 2014

Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, hari ini tidak ada kegiatan English Activity Class. Sebagai gantinya para siswa dipandu untuk mengunjungi Parade Sand Sculpting. Sand Sculpting merupakan seni untuk mengukir pasir hingga menjadi suatu bentuk tiga dimensi. Pasir yang digunakan untuk sand sculpting tidak bisa sembarangan. Pasir tersebut harus memiliki kepadatan serta tekstur yang baik dan tidak boleh mengandung butiran batu kerikil agar ketika dicampur dengan air untuk dibentuk, pasir tersebut menjadi kokoh.

Setiap tahunnya San Diego selalu mengadakan Parade Sand Sculpting ini. Tidak hanya dipamerkan, hasil karya sand sculpting ini juga dilombakan. Hasil karya Sand Sculpting ini dipamerkan di 1140 North Harbor Drive, San Diego. Ratusan seniman sand sculpting berkompetisi setiap tahunnya disini. Beruntung sekali tahun ini para siswa IISS, IIHS dan IIBS berkesempatan untuk melihatnya karena kompetisi ini hanya berlangsung selama empat hari, dari tanggal 29 Agustus 2014 sampai dengan tanggal 1 September 2014. Para siswa terkagum-kagum melihat kemampuan para seniman sand sculpting dalam mengukir pasir pantai hingga menjadi suatu bentuk tiga dimensi yang kokoh.

IMG_1298 IMG_1289

Tidak jauh dari arena pameran sand sculpting, para siswa juga berkesempatan untuk melihat kapal USS Midway, yang merupakan salah satu kapal induk, pengangkut pesawat udara terbesar di Amerika Serikat. USS Midway kini sudah tidak lagi beroperasi, sebagai gantinya USS Midway beroperasi sebagai museum yang dapat dikunjungi wisatawan.

Setelah selesai mengunjungi Parade Sand Sculpting, para siswa laki-laki bersiap untuk melaksanakan Shalat Jumat. Keterbatasan tidak mengurungkan niat para siswa laki-laki untuk melaksanakan Shalat Jumat. Para siswa laki-laki dan chaperone laki-laki pun menuju lapangan di sekitar La Jolla untuk melaksanakan shalat Jumat. Lapangan tersebut merupakan lapangan fasilitas umum dan memang tidak dikhususkan fungsinya untuk tempat pelaksanaan ibadah keagamaan. Dengan beralaskan sajadah dan rumput, di bawah sinar matahari yang terik serta dipandang ratusan pasang mata, siswa laki-laki IISS, IIHS dan IIBS serta para chaperone melaksanakan shalat Jumat dengan imam Bapak Andre, guru Islamic Studies. Selain melaksanakan kewajiban sebagai umat Islam, Shalat Jumat ini pun tentunya menjadi salah satu bentuk syiar Islam yang dilakukan IIEC melalui Overseas Program-nya.

Selesai Shalat Jumat para siswa dan chaperone berjalan mengunjungi Seaport Village untuk menghabiskan siang dan sore disana. Sekembalinya dari Seaport Village para siswa dan chaperone pun kembali ke Embassy Suites.

Untuk kegiatan hari Sabtu dan Minggu, para siswa diliburkan dari kegiatan English Activity Class. Sebagai gantinya mereka diarahkan untuk menjelajahi San Diego.

 IMG_1306 (1)

Hari ke-9, Selasa, 2 September 2014

Setelah libur pada hari Senin, 1 September 2014 dikarenakan Labor Day atau Hari Buruh di Amerika Serikat. Para siswa kembali berkegiatan di UCSD. Kegiatan hari ini diawali dengan English Activity Class, dimana para siswa belajar bahasa Inggris berdasarkan teori-teori yang ada seperti grammar dan vocabulary. Belajar bahasa Inggris langsung di Amerika Serikat tentunya tetap menjadi tantangan sendiri bagi para siswa karena, guru mereka UCSD tidak dapat berbahasa Indonesia sama sekali, sehingga bila ada pertanyaan maupun hal yang kurang jelas di kelas para siswa harus memutar otak dan berusaha untuk menjelaskan pertanyaan mereka dalam Bahasa Inggris. Tapi justru keadaan-keadaan seperti inilah yang dengan cepat dapat mendorong kemampuan berbahasa para siswa. Berbeda dengan di Indonesia, yang mana ketika mereka tidak mengerti mereka dapat menanyakan pertanyaan dalam Bahasa Indonesia.

IMG_1356 IMG_1350 IMG_1351

Selepas dari kegiatan English Activity Class kegiatan para siswa berlajut pada kegiatan Campus Exploration. Berbeda dengan kegiatan Campus Exploration sebelumnya, kegiatan Campus Exploration kali ini difokuskan untuk mengunjungi obyek-obyek artistik di kampus. Begitu banyak obyek artistik di kampus UCSD yang terlihat biasa-biasa saja tetapi sebenarnya memiliki makna yang mendalam.

Pertama kali mereka kembali mengunjungi The Bear. The Bear merupakan tumpukan batu granit berukuran besar yang dibentuk menyerupai beruang. Ide dari The Bear ini diinisiasi oleh Tim Hawkinson. Tim Hawkinson merupakan salah satu seniman didikan UCSD yang terkenal dengan ide-idenya membuat karya-karya seni dengan menggunakan material yang berasal dari kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar bahkan memanfaatkan dirinya sendiri sebagai material maupun model untuk membuat karya seni.

IMG_1345

Para siswa kemudian mengunjungi Terry Allen’s Trees.  Terry Allen merupakan seniman multi disiplin yang memiliki banyak keahlian dan pengalaman di bidang seni. Salah satu karyanya yang terkenal adalah Terry Allen’s Trees. Dalam karyanya ini Terry Allen menyelamatkan tiga pohon eucalyptus, dari sekian banyak pohon eucalyptus yang akan digunakan untuk membuat bangunan baru di UCSD. Tiga pohon tersebut kemudian tetap dibiarkan tumbuh di antara pohon lainnya di kebun eucalyptus yang berada di antara Geisel Library dan Faculty Club. Pohon-pohon tersebut oleh Terry Allen dilapisi dengan lapisan tembaga. Pada salah satu pohon yang dilapisi tembaga tersebut diukirkan suatu bait lagu yang merupakan hasil karya dari William T. Willey, David Byrne dan kawan-kawan. Sementara satu pohon lagi diukir beberapa puisi dari Bale Allen yang salah satunya puisi tersebut berasal dari suku Indian Aztec. Berbeda dengan dua pohon yang memiliki ukiran lagu dan puisi, satu pohon lainnya sengaja dibiarkan polos untuk membiarkan orang-orang yang melihat menginterpretasikan sendiri apa maknanya.

Selanjutnya para siswa diajak untuk melihat hasil karya dari Ian Hamilton Finlay. Karya terkenal Finlay yang ada di UCSD adalah The Sparta yang berupa susunan lima buah batu dengan ukuran yang berbeda yang disusun sejajar, yang mana di salah satu batu tersebut terukir tulisan UNAƪD yang oleh orang-orang dibaca sebagai UNDA. Dalam bahasa latin UNDA diartikan sebagai gelombang . Gelombang ini diwujudkan dengan bagian atas kelima batu yang disusun tersebut.

IMG_1346

Karya seni lainnya yang dilihat oleh para siswa adalah karya seni dari Nam Jun Paik. Nam Jun Paik lahir di Korea tetapi ketika beranjak dewasa beliau bermigrasi ke New York, Amerika Serikat. Nam Jun Paik mengawali karirnya sebagai pengarang lagu dan pemusik. Di kemudian hari Nam Jun Paik dikenal sebagai the grandfather of video art. Salah satu karyanya kini terdapat di UCSD yang berupa susunan abstrak TV-TV bekas yang dikombinasikan dengan obyek benda lainnya.

Selain dari keempat karya tersebut masih banyak karya seni lain yang dilihat oleh para siswa. Campus Exploration tidak hanya bertujuan untuk melihat-lihat saja melainkan juga meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dan berbahasa Inggris, sebab di sela-sela eksplorasi para chaperone dari UCSD juga mengajak siswa berdiskusi mengenai karya seni tersebut serta lingkungan sekitar yang mereka lewati.

Setelah melakukan Campus Exploration para siswa ikut serta dalam kegiatan Direct Activities. Direct Activities ini merupakan kegiatan belajar berbahasa Inggris dengan menggunakan metode yang lebih interaktif yaitu dengan menggunakan permainan-permainan. Dengan menggunakan metode ini tentunya siswa memiliki stimulus lebih untuk dapt berkomunikasi dan berbahasa Inggris dengan baik.

Hari Kesepuluh, Rabu, 3 September 2014 papantulis

 

Aktivitas para siswa hari ini adalah English Activity Class yang dilaksanakan di UCSD. Topik yang diperbincangkan hari ini adalah mengenai kebudayaan di Inndonesia dan Amerika Serikat. Para guru dari UCSD pertama-tama menjelaskan mengenai era music di Amerika Serikat seperti era waltz, blues, rock, country dan sebagainya. Sebagai timbal balik para siswa menjelaskan tentang kebudayaan Indonesia di kelas masing-masing.

kelas2

Setelah menjalani kegiatan English Activity Class, para siswa bersama chaperone diarahkan untuk mengunjungi Salk Institute. Salk Institute merupakan institut riset yang memfokuskan risetnya pada ruang lingkup biologi walaupun saat ini ruang lingkup riset Salk Institute telah banyak berkembang. Salah satu hasil riset dari Salk Institute yang sampai saat ini digunakan di seluruh dunia adalah vaksin polio. Mengunjungi Salk Institute tentunya dapat memberi pengetahuan baru kepada para siswa mengenai pengembangan ilmu pengetahuan serta memberi pandangan baru bahwa riset dapat menjadi bidang profesi yang mungkin dapat digeluti para siswa di masa yang akan datang.

mading bareng

Kegiatan pun dilanjutkan dengan melakukan pendakian dan penjelajahan ke bukit Torrey Pines. Bukit Torrey Pines, ini merupakan wilayah konservasi di kota San Diego. Torrey Pines sengaja tidak dikembangkan sebagai tempat pemukiman dan dibiarkan alami untuk membantu menjaga ekosistem di San Diego. Torrey Pines dibuka untuk pendakian umum serta terdapat beberapa jalur pendakian di sana. Salah satu jalur pendakian yang dilalui para siswa North Grove-Guy Flemming Trail. Melakukan pendakian bukit di sini sangat berbeda dengan melakukan pendakian-pendakian bukit di Indonesia. Apabila di Indonesia pendakian bukit harus dilakukan dengan persiapan yang banyak  karena medan yang cukup berat di Torrey Pines ini pendakian telah dibagi menjadi beberapa jalur mulai dari jalur yang paling mudah hingga yang paling sulit, sehingga para siswa dapat memilih jalur yang paling mudah. Melalui puncak bukit Torrey Pines para siswa dapat menyaksikan pemandangan seluruh kota San Diego, yang tentunya sangat indah dan menjadi pengalaman yang berbeda bagi para siswa.

jalan

Sepanjang sore para siswa dan chaperone menghabiskan waktu di Torrey Pines, hingga waktu makan malam mereka kembali ke UCSD untuk makan malam dan melanjutkan perjalanan kembali ke hotel untuk beristirahat dan melakukan persiapan-persiapan untuk melaksanakan kegiatan keesokan harinya.

Hari Ketiga belas, Jum’at , 5 September 2014

Pada hari ini para siswa IISS, IIHS dan IIBS berkesempatan untuk menghabiskan waktu sehari penuh di Sea World, San Diego. Sea World merupakan salah satu obyek wisata yang sangat terkenal di San Diego. Yang membedakan Sea World di San Diego dengan Sea World di daerah atau Negara lain adalah bahwa Sea World di San Diego memiliki koleksi Paus Beluga dan Paus Pembunuh yang tidak dimiliki Sea World lainnya.

IMG_1428

Setelah sarapan di Embassy Suite, hotel tempat para siswa menginap, para siswa diarahkan untuk menuju Sea World dengan menggunakan bus. Para siswa sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini karena di Sea World San Diego, selain mereka dapat menambah pengetahuan mereka mengenai biota laut yang mungkin belum pernah mereka saksikan, mereka juga dapat mencoba berbagai permainan yang tersedia di sana.

IMG_1437

Para siswa para siswa tidak hanya dapat menyaksikan biota laut tetapi juga dapat berinteraksi dengan mereka. Para siswa menyaksikan eksibisi penyu, lumba-lumba, ikan hiu, bintang laut, ikan pari serta paus pembunuh atau lebih dikenal dengan killer whale. Sebagian dari biota laut ini juga dapat disentuh, bintang laut misalnya.

IMG_1432

Tidak lengkap bila mengunjungi Sea World, San Diego tanpa menyaksikan atraksi-atraksi hewan-hewan laut. Salah satu atraksi yang paling diminanti di sini adalah One Ocean yakni atraksi yang dilakukan oleh Paus Pembunuh dan pawangnya. Selain dari itu para siswa juga diberi kesempatan untuk menyaksikan atraksi lainnya seperti atraksi lumba-lumba, singa laut dan Madagascar Live!

IMG_1418

Hal lain yang membedakan Sea World, San Diego dengan Sea World lainnya adalah terdapat taman hiburan di dalamnya dimana terdapat wahana-wahana yang dapat dicoba oleh pengunjung. Beberapa wahana yang dapat dicoba para siswa di Sea World, San Diego adalah Manta Roller Coaster, Shipwreck Rapids, Riptide Rescue, Journey to the Atlantis dan sebagainya. Walaupun hari ini menjadi hari yang panjang bagi para siswa, namun para siswa sangat menikmatinya.

Hari Keempat belas, Senin, 8 September 2014

Tidak seperti hari Jumat dimana para siswa pergi bersama-sama ke Sea World. Hari ini, para siswa dibagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama pergi mengunjungi Cabrillo National Monument, sementara di waktu yang sama kelompok kedua mengikuti English Activity Class.

IMG_1422

Cabrillo National Monument merupakan monumen untuk mengenang tempat koloni Eropa pertama kali mendarat di Pantai Barat Amerika Serikat. Nama Cabrillo sendiri diambil dari nama pemimpin koloni Eropa yang mendarat di Pantai Barat tersebut, Juan Rodriguez Cabrillo. Cabrillo sendiri merupakan salah satu tentara Spanyol yang melakukan penjelajahan dunia baru pada masanya. Ketika Pantai Barat ini ditemukan, daerah ini telah dihuni oleh sekitar 3000-an suka Indian Kumeyaay. Daerah Pantai Barat tempat mendaratnya koloni Eropa ini kemudian dinamakan sebagai Point Loma.

IMG_1430

Cabrillo National Monument, selain para siswa dapat mempelajari sebagian sejarah ditemukannya Amerika Serikat para siswa juga dapat mempelajari sejarah Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Pada saat Perang Dunia, Point Loma ini dijadikan pangkalan militer oleh Amerika Serikat. Tempat ini dipilih untuk menjadi pangkalan militer karena jarak pandang serta lokasi yang bagus dari pantai ini. Oleh karena itu pula dibangun mercusuar di Point Loma untuk membantu navigasi kapal-kapal yang berlayar di sekitar Point Loma.

Tidak hanya menyimpan berbagai cerita sejarah Pantai di sekitar Cabrillo National Monument ini juga dijadikan wilayah konservasi. Oleh karenanya masih banyak biota laut yang hidup di sana seperti anemon serta bintang laut yang berwarna warni.

IMG_1421 1410415588707

Selepas siang Kelompok Pertama yang pergi untuk menjelajahi Cabrillo National Monument kembali ke kampus UCSD dan bersama-sama dengan kelompok yang lain menyantap makan siang di sana. Seusai makan siang, Kelompok Kedua bergantian mengunjungi Cabrillo National Monument. Sementara Kelompok Pertama mengikuti English Activity Class. Kegiatan di kelas hari itu adalah mendiskusikan pengalaman para siswa selama mengunjungi Sea World hari Jumat lalu. Tidak lupa di akhir kelas para pengajar dari UCSD memberikan para siswa tugas kelompok untuk disiapkan dan dipraktikkan keesokan harinya.

IMG_1419

1410415574594 1410415561751

Setelah kegiatan kedua kelompok selesai, para siswa pun mengakhiri hari dengan makan malam di Pine Dining UCSD untuk selanjutnya kembali ke Embassy Suites Hotel, tempat mereka menginap.

 

Hari Kelima belas, Selasa, 9 September 2014

Kegiatan para siswa hari ini adalah English Activity Class. Para siswa seperti biasa dibagi ke dalam kelompok-kelompok dan belajar di kelas dengan difasilitasi oleh tenaga pengajar dari UCSD. Setiap kelas memiliki metode pengajaran yang sama yaitu dengan melibatkan eksplorasi di sekitar kampus UCSD. Salah satu materi yang diberikan kepada para siswa kali ini salah satunya adalah mengenai sejarah San Diego. Melalui materi ini para siswa tidak hanya dapat memperlancar Bahasa Inggris mereka tetapi juga menambah pengetahuan mengenai sejarah San Diego.

IMG_1446

Eksplorasi yang dilakukan oleh para siswa juga diarahkan oleh fasilitator. Dalam kegiatan eksplorasi ini, para siswa tidak hanya sekedar melihat-lihat saja tetapi mereka juga diberikan lembar tugas pengamatan yang harus mereka lengkapi berdasarkan hasil eksplorasi tersebut.

IMG_1442

Setelah satu setengah minggu berada di San Diego, para siswa kini sudah mulai terbiasa dengan kehidupan di sana. Mereka sudah dapat menggunakan transportasi umum dengan lancar serta sudah dapat mengingat berbagai lokasi di sekitar UCSD sehingga dapat lebih mudah untuk melakukan kegiatan eksplorasi.

IMG_1452

Hari Keenam belas, Rabu, 10 September 2014

Untuk kegiatan hari ini para siswa IISS, IIHS dan IIBS dibagi menjadi tiga grup besar sebab hari para siswa akan melakukan ekskursi ke USS Midway Museum. Grup pertama terlebih dahulu tetap mengikuti kegiatan English Activity Class dan Campus Exploration dan selepas makan siang grup pertama akan mengunjungi USS Midway Museum. Sebaliknya bagi para siswa di grup kedua dan ketiga, akan mengunjungi USS Midway Museum baru kemudian selepas makan siang mengkuti English Activity Class dan Campus Exploration.

IMG_1467

IMG_1466

Apabila mengingat reportase dua minggu lalu, ketika para siswa diajak untuk menyaksikan Sand Sculpting Parade, para siswa sempat melihat USS Midway Museum dari luar. Beberapa di antara para siswa sangat tertarik untuk menggambil foto dengan latar belakang Kapal Induk terbesar milik Amerika Serikat tersebut. Beruntung sekali, hari para siswa berkesempatan untuk berkunjung dan menjelajahi museum tersebut.

1410415561751 1410415574594

USS Midway dahulunya merupakan salah satu kapal induk terbesar Amerika Serikat. USS Midway diresmikan pertama kali pada tanggal 20 Maret 1945 dan pertama kali berlayar untuk mengangkut pesawat tempur dan pasukan pada tanggal 29 Oktober 1947 di laut Mediterania. USS Midway kemudian turut serta untuk ambil bagian di Perang Vietnam pada pertengahan tahun 1960-an sampai 1970-an. Pelayaran terakhir USS Midway dilakukan pada tahun 1991 dari Yokosuka, Jepang ke Pearl Harbor dan menuju ke San Diego pada bulan April 1992. Sejak saat itulah USS Midway dinyatakan non-aktif hingga akhirnya memulai restorasi untuk menjadi museum pada tahun 2003 dan dibuka untuk umum pada tahun 2012. Tidak hanya berkesempatan untuk melihat bagian-bagian kapal USS Midway, para siswa juga berkesempatan untuk melihat koleksi-koleksi pesawat tempur Amerika Serikat, sebab di lambung maupun dek USS Midway ini disimpan pula pesawat-pesawat termpur Amerika Serikat. Di USS Midway pula, para siswa dapat berinteraksi langsung dengan para veteran USS Midway yang tentunya membuat pengalaman para siswa semakin lengkap dan hidup.

IMG_1488

IMG_1446

Selain dari mengunjungi USS Midway aktivitas para siswa hari ini diisi dengan mengikuti English Activity Class dan Campus Exploration.  Salah satu bagian dari kampus yang dieksplorasi para siswa hari ini adalah Sun God Statue. Sun God Statue merupakan hasil karya dari Niki de Saint Phalle. Niki de Saint Phalle terkenal dengan hasil karyanya yang berukuran besar dan menggambarkan karakteristik yang saling kontradiktif. Sun God Statue berwujud seperti burung yang berwarna-warni dengan tinggi sekitar 14 kaki.


IMG_1477
IMG_1478

Para siswa sangat menikmati kegiatan yang variatif dari Overseas Program ini sebab selain mendapatkan pelajaran di kelas mereka juga belajar langsung dan mengeksplorasi lingkungan sekitar.

IMG_1469

Hari Ketujuh belas, Kamis, 11 September 2014

Kegiatan para siswa hari ini diisi dengan English Activity Class dan Campus Exploration. English Activity Class kali ini berkisar tentang hal-hal yang berbau kebudayaan. Jadi, para siswa diminta untuk sharing  di kelas masing-masing mengenai kebudayaan Indonesia yang mereka ketahui. Beberapa siswa juga sempat mengajarkan pengajar mereka untuk bermain permainan-permainan anak yang dikenal di Indonesia.

IMG_1516

Yang unik dari kegiatan hari ini adalah bahwa pada akhirnya para siswa dapat menemukan dan menjawab teka-teki yang diberikan oleh Bpk. Dr. H. Emil Abbas, MBA. Sebelum para siswa berangkat dahulu, beliau sempat berpesan agar para siswa dapat menemukan ular besar di UCSD dan apabila menemukan maka para siswa harus menginjak kepala ular tersebut. Barangsiapa yang dapat menemukan kepala ular tersebut dan menginjaknya maka beliau menjanjikan akan memberikan hadiah kepada siswa tersebut. Sekarang para siswa telah berhasil menemukan kepala ular tersebut dengan penuh ceria.

Hari Kedelapan belas, Jumat, 12 September 2014

Setelah minggu lalu mengunjungi Sea World San Diego dan mengenal biota laut di sana. Kali ini para siswa berkesempatan untuk mengunjungi Birch Aquarium. Birch Aquarium ini adalah aquarium milik UCSD yang tepatnya berlokasi di Scripps Institution of Oceanography. Selain dibuka untuk umum, Birch Aquarium ini merupakan tempat para mahasiswa jurusan Oseanografi di UCSD untuk melakukan riset dan penelitian mengenai keanekaragaman hayati bawah laut.

IMG_1494

IMG_1483

Sebelum mengunjungi Birch Aquarium para siswa dibagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama pergi ke Birch Aquarium pada pagi hari dan siang harinya selepas Shalat Jumat, kelompok pertama ini akan mengikuti kegiatan English Activity Class. Sebaliknya kelompok kedua akan mengikuti English Activity Class terlebih dahulu pada pagi hari dan kemudian selepas Shalat Jumat pergi mengunjungi  Birch Aquarium.

  IMG_1510

IMG_1641 IMG_1644

Koleksi Birch Aquarium cukup lengkap walaupun dikelola oleh universitas. Terbayang oleh para siswa betapa berbeda system pendidikan di Amerika Serikat dengan di Indonesia, dimana di Amerika Serikat lebih mengedepankan praktik dan aplikasi dalam belajar. Salah satu contohnya adalah melalui aquarium ini. Melalui aquarium ini para mahasiswa UCSD khususnya jurusan oseanografi memiliki wadah langsung untuk mengaplikasikan serta melakukan pengamatan atas ilmu yang mereka pelajari di kelas. Hal ini tentunya sangat baik untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan individu itu sendiri.

IMG_1507

IMG_1515

Mendatangi Birch Aquarium para siswa memiliki kesempatan untuk melihat koleksi-koleksi Birch Aquarium, seperti Elasmo Beach, Hall of Fishes, Coral Display dan Tide Pool Display. Elasmo Beach merupakan Aquarium yang berisi spesies hiu macan dan ikan pari. Hall of Fishes merupakan aquarium ekshibisi yang memamerkan keanekaragaman ikan di wilayah Samudra Pasifik. Coral Display yang memamerkan contoh ekosistem biota laut di sekitar terumbu karang. Selain dari koleksi aquarium, para siswa juga menyaksikan ekshibisi foto di perairan Meksiko dan ekshibisi Boundless Energy yang membahas mengenai pemanfaatan energy dari alam untuk kehidupan manusia.

Hari Kedua puluh satu, Senin, 15 September 2014

Kegiatan hari ini diisi dengan English Activity Class dan kegiatan menjelajahi Old Town of San Diego. Old Town of San Diego dipercaya merupakan tempat pemukiman pertama koloni Spanyol di California. Ketika mengunjungi Old Town of San Diego para siswa tidak hanya sekedar melihat-lihat saja, akan tetapi oleh pengajar dari UCSD para siswa juga diberikan beberapa tugas yang harus dilengkapi sembari menjelajahi Old Town of San Diego. Pemberian tugas ini pun dibuat semenarik mungkin agar para siswa bersemangat untuk menyelesaikannya. Tugas menjelajahi Old Town of San Diego ini dirancang seperti Amazing Race, dimana para siswa diberikan suatu daftar obyek-obyek yang harus ditemukan, difoto serta dicari informasi atau cerita dibalik obyek tersebut. Melakukan kegiatan Amazing Race ini selain dapat menambah pengetahuan para siswa juga dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi siswa, sebab dalam beberapa tugas Amazing Race ini para siswa dituntut untuk berinteraksi dengan penduduk sekitar untuk menanyakan dan melengkapi tugas-tugas yang terdapat daftar.

166

171

Tugas para siswa tersebut terbagi menjadi 3 sub bagian antara lain adalah object photos, team photos dan ask a historian. Object photos adalah tugas dimana para siswa harus menemukan beberapa obyek dan harus mengambil gambar dari obyek-obyek tersebut. Obyek-obyek yang harus diambil gambarnya antara lain adalah topi sombrero, meriam, menara lonceng, kincir angin, armadillo, churro dan masih banyak lagi.

Team Photos adalah tugas utnuk menemukan suatu obyek dan berfoto bersama obyek tersebut, Salah satu perintah dari Team Photos antara lain adalah berfoto bersama Flat Man di Flat Man Corral. Flat Man Corral adalah barisan patung cowboy yang terbuat dari tembaga tipis. Team Photos lainnya adalah berfoto bersama di depan Whaley House. Whaley House merupakan rumah bata pertama di Old Town of San Diego yang dibangun oleh Thomas Whaley seorang pengusaha kaya pada tahun 1827. Rumah ini merupakan rumah terbaik dan ternyaman pada masanya. Sayangnya karena beberapa kali berpindah kepengurusan dan peristiwa bunuh diri di rumah tersebut, rumah itu dikabarkana berhantu. Akan tetapi karena nilai sejarah yang terkandung dalam rumah tersebut, maka rumah tersebut tetap dilestarikan dan bahkan dijadikan museum oleh manajemen SOHO. Selain daripada berfoto di Flat Man Corral dan Whaley House masih ada beberapa tugas Team Photos lagi yang harus dikerjakan para siswa.

167

Sub-bagian tugas yang ketiga adalah Ask a Historian dimana para siswa diminta mencari informasi mengenai beberapa obyek yang tersedia di Old Town of San Diego dengan menanyakan informasi tersebut ke penduduk lokal. Beberapa informasi yang harus dicari para siswa antara lain adalah informasi mengenai Battalion March, Colorado House, Junipero Serra Mission dan masih banyak lagi.

Usai mengunjungi Old Town of San Diego, para siswa pun kembai ke UCSD dan melaksanakan kegiatan makan malam di Pines Hall sebelum kemudian kembali ke Embassy Suite, tempat para siswa menginap.

Hari Kedua puluh dua, Selasa, 16 September 2014

Setelah menghabiskan sebagian besar waktu di Old Town of San Diego kemarin, hari ini para siswa diarahkan untuk melakukan campus exploration, English activity Class serta menonton pertandingan baseball di stadion PETCO Park, San Diego.

IMG_1569

Campus Exploration hari ini adalah mengunjungi Fallen Star. Fallen Star merupakan salah satu karya seni yang terletak di Jacobs School of Engineering. Fallen  Star merupakan hasil karya dari Do Ho Suh, adalah seniman Fine Art berdarah Korea namun banyak mengenyam pendidikan di Amerika Serikat. Fallen Star berbentuk sebuah rumah lengkap dengan perabot dan perapian di dalamnya yang diletakkan di sudut puncak gedung Jacobs School of Engineering. Karena diletakkan di sudut, sebagian dari rumah ini pun melayang di udara. Pengunjung pun dipermainkan oleh ilusi yang diciptakan oleh Do Ho Suh sehingga rumah ini tampak miring padahal sebenarnya tidak. Walaupun sebagian dari rumah ini melayang di udara, rumah ini tetap dapat difungsikan selayaknya, bahkan terkadang perapiannya pun difungsikan sehingga menyebabkan asap mengepul ke udara dari tungku perapian rumah tersebut. Tidak hanya rumah tersebut diisi dengan perabotan, rumah tersebut juga memiliki taman yang sebenarnya merupakan atap dari gedung Jacobs School of Engineering. Di taman tersebut ditanami bunga-bunga, rerumputan, pohon plum, pohon tomat dan beberapa pohon lain. Sehingga rumah ini tampak sangat nyaman.

IMG_1561

IMG_1565

Selesai melakukan campus exploration para siswa mengikuti kegiatan English activity Class hingga sore hari. Berbeda dengan hari-hari biasanya dimana setelah setelah sore hari dan makan malam para siswa kembali ke hotel untuk beristirahat, hari ini kegiatan masih berlanjut . Setelah makan malam, para siswa diajak untuk menyaksikan pertandingan baseball.

IMG_1562IMG_1557

IMG_1556

Tidak seperti di Indonesia, di Amerika Serikat baseball termasuk olahraga yang populer. Setiap tahun di Amerika Serikat diadakan liga baseball antar klub, seperti di Indonesia dimana kita menyelenggarakan Indonesian Super League. Setiap negara bagian atau kota biasanya memiliki klub baseball-nya masing-masing. Pertandingan baseball yang disaksikan para siswa kali ini adalah pertandingan baseball antara Philadelphia Phillies dan San Diego Padres. Pertandingan dilaksanakan di PETCO Park, San Diego. Para siswa sangat tertarik menyaksikan pertandingan ini sebab di Indonesia pertandingan baseball tidak dilaksanakan secara besar-besaran, lain halnya dengan sepak bola dan bulu tangkis yang mendapat perhatian lebih dari masyarakat Indonesia. Banyak siswa yang mendukung San Diego Padres, mereka tidak ragu untuk mengenakan baju baseball tim, untuk memberikan dukungan pada tim San Diego Padres. Sayangnya malam itu San Diego Padres kalah dari Philadlphia sehingga hal ini menyebabkan San Diego Padres berada di peringkat bawah klasemen.

IMG_1570

IMG_1571 IMG_1572 IMG_1573

Begitu beragamnya kegiatan para siswa selama Overseas Program ini, sehingga para siswa tidak pernah bosan untuk terus belajar baik melalui kegiatan di kelas maupun kegiatan di luar kelas.

Hari Kedua puluh tiga, 17 September 2014

Untuk kegiatan hari ini para siswa kembali dibagi menjadi dua kelompok besar. Salah satu kelompok pertama mengawali hari dengan mengunjungi pantai di sekitar La Jolla. Menjelang siang para siswa kembali ke kampus UCSD untuk makan siang di Pines Hall. Setelah makan siang dan dan melaksanakan Shalat Zuhur para siswa berkumpul di Student Service Center untuk menyimak presentasi tetang UCSD Admission Talk yang dibawakan oleh Lindsey Fogleman sebagai perwakilan dari bagian Admission UCSD. Admission Talk ini berisi pengarahan kepada para siswa apabila mereka berminat untuk melanjutkan studinya di UCSD. Sebagian besar siswa yang mengikuti kegiatan overseas duduk di kelas XI dan pada tahun ajaran ini mereka akan menghadapi ujian nasional serta memilih kelanjutan studi, presentasi ini tentunya penting bagi mereka, apabila mereka berminat untuk melanjutkan studi di UCSD. Setelah menyimak presentasi mengenai Admission ke UCSD kegiatan para siswa dilanjutkan dengan mengikuti English activity class hingga hari ini berakhir.

Hari Kedua puluh empat, 18 September 2014

Kegiatan hari ini Kamis lalu dihabiskan seharian penuh di kampus UCSD. Dimana para siswa dibagi menjadi beberapa grup besar dan mengikuti berbagai kegiatan di kelas diawali dengan kegiatan Cultural Topics yakni merupakan kegiatan diskusi kelas mengenai berbagai kebudayaan Indonesia dan bagaimana keragaman budaya tersebut berbeda dengan di Amerika Serikat.

IMG_1589

IMG_1606 IMG_1605

Cultural Topics ini berbeda setiap harinya, terkadang paara siswa akan berdiskusi mengenai music, tari-tarian makanan khas dan sebagainya. Setelah kegiatan Cultural Topics ini selesai para siswa melanjutkan kegiatan dengan makan siang dan kelas ESL (English as Secondary Language), dimana di kelas ini para siswa belajar teori-teori untuk berbahasa Inggris.

IMG_1638 IMG_1640 IMG_1642 IMG_1637 IMG_1630 IMG_1628

Kegiatan hari itu pun dilanjutkan dengan Directed Activities, yaitu kegiatan dimana para siswa dibimbing untuk menerapkan kemampuan berbahasa Inggris mereka melalui praktik langsung melalui media permainan, interaksi kelompok dan sebagainya yang tentunya dengan didampingi dan dibimbing oleh para pengajar dari UCSD.

1411433346920

Hari Kedua puluh lima, 19 September 2014

Setelah seharian penuh berkegiatan di kampus UCSD kemarin, para siswa hari ini diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi Kebun Binatan San Diego atau yang lebih dikenal dengan San Diego Zoo. San Diego Zoo merupakan salah satu obyek wisata unggulan dari kota San Diego, mengingat koleksi satwa di kebun binatang ini sangat lengkap.

IMG_1645 IMG_1646 IMG_1651 IMG_1648 IMG_1652

zoo

Sama seperti kebun binatang pada umumnya San Diego Zoo dibagi menjadi beberapa zona dalam penempatan koleksi satwanya. Beberapa zona dari sekian banyak zona yang dikunjungi oleh para siswa antara lain adalah Panda Canyon, Northern Frontier, Lost Forest dan Africa Rocks.

Salah satu zona satwa yang paling diminati oleh para siswa adalah Panda Canyon. Panda merupakan satwa endemic dari Cina, yang banyak hidup di hutan bambu dan kini hampir punah. Hingga saat ini belum ada satu pun kebun binatang di Indonesia yang memiliki panda sebagai koleksi satwanya. Oleh karena itu para siswa sangat tertarik sekali untuk memperhatikan koleksi panda ini.

IMG_1656 IMG_1654

Zona lainnya yang dikunjungi para siswa adalah zona Northern Frontier. Di zona ini, para siswa dapat mengeksplorasi keragaman satwa yang berasal dari daerah kutub. Terdapat beberapa satwa khas daerah kutub antara lain beruang kutub, singa gunung dan moose. Di zona Lost Forest, para siswa dapat menemukan berbagai jenis satwa dari mulai primata seperti orang utan dan monyet capuchin hingga hewan pengerat seperti spotted neck otter. Zona Africa Rocks sesuai dengan namanya berisi satwa-satwa dari benua Afrika seperti meerkat, ratel, serval dan peccary.

IMG_1659

Banyak sekali koleksi satwa yang dimiliki oleh San Diego Zoo yang tidak dimiliki oleh kebun-kebun binatang di Indonesia, sehingga berkunjung ke kebun binatang ini tentunya menjadi pengalaman yang menarik serta baru bagi para siswa.

IMG_1585

Hari kedua puluh sembilan, Senin, 22 September 2014

Hari ini para siswa IISS, IIHS dan IIBS dibagi menjadi dua kelompok besar, karena hari ini para siswa akan melakukan kegiatan ekskursi ke kawasan Coronado, San Diego, selain daripada kegiatan English Activity Class. Kali ini kelompok pertama akan mengikuti kegiatan English Activity Class terlebih dahulu baru kemudian mengikuti kegiatan ekskursi di Coronado. Jadwal ini akan berlaku sebaliknya bagi kelompok kedua.

1411433308510

 

IMG_1668

Kawasan Coronado, terdapat banyak hal yang dapat dilakukan oleh para siswa mulai dari belajar sejarah, berjalan di pantai hingga melihat berbagai karya seni. Coronado mulanya hanyalah suatu daerah yang datar dan luas dan tidak ditumbuhi pohon sama sekali. Coronado dahulunya juga tidak berpenghuni dan menjadi habitat bagi kelinci dan burung puyuh. Hingga akhirnya pada tahun 1886 Elisa Babcock dan Hampton Story mulai membangun resort di pinggir pantai di daerah ini, dan pada tahun 1887 bersama dengan investor lainnya juga membangun Hotel Del Coronado.

IMG_1678  IMG_1681

Pada tahun 1890, ketika terjadi krisis di Amerika John D. Spreckels pun mengambil alih proyek ini dan pada akhirnya menjualnya sebagian wilayahnya di North Island pada pemerintah Amerika Serikat 1917. Oleh pemerintah Amerika Serikat, daerah ini pun akhirnya sempat dijadikan basis militer bagi Angkatan Darat, Marinir dan Angkatan Laut Amerika Serikat. Coronado saat ini sudah jauh berbeda dengan yang dulu, daerah ini kini memiliki pantai yang menjadi salah satu pantai terbaik di Amerika Serikat serta memiliki pusat bisnis dan perbelanjaan yang bagus.

 

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa selain dari mengunjungi kawasan Coronado para siswa juga mengikuti kegiatan ESL Class. Di kelas ini para siswa diberikan kertas kerja yang harus diselesaikan. Kertas kerja ini tentunya merupakan panduan bagi mereka untuk belajar dan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mereka. Salah satu kelompok juga sempat mendapatkan tugas untuk membuat newspaper clothes, sembari berinteraksi dengan pengajar mereka. Hasil karya para siswa dapat dilihat di postingan hari ini.

 IMG_1684

Hari Kedua puluh sembilan, Selasa, 23 September 2014

Hari ini para siswa kembali dibagi menjadi dua grup besar, grup pertama selain mengikuti kegiatan kelas ESL dan directed activities, para siswa juga berkesempatan untuk mengunjungi La Jolla Playhouse. La Jolla Playhouse merupakan suatu bangunan tempat pementasan teater-teater yang biasanya disaksikan oleh penduduk setempat. Jangan dibayangkan La Jolla Playhouse ini sebesar teater di Taman Ismail Marzuki ataupun di Gedung Kesenian Jakarta. La Jolla Playhouse jauh lebih kecil, namun cukup untuk mengakomodir kebutuhan warga San Diego untuk menyaksikan pertunjukkan seni.

IMG_1687 IMG_1690 IMG_1686

IMG_1698

IMG_1699

Selain itu para siswa juga sudah mulai mempromosikan pentas penampilan mereka dengan membagikan flyer di sekitar kampus UCSD. Sebagaimana diketahui para siswa IISS, IIHS dan IIBS telah berlatih selama beberapa bulan sebelum keberangkatan overseas mereka untuk mempersembahkan suatu pertunjukkan tari yang diiringi musik tradisional khas Indonesia.

CULFEST_FLYIER_BACK

Tahun ini penampilan para siswa berjudul Discover the Radiance of the Equatorial Emerald. Para siswa rencananya akan tampil dua kali di hadapan warga San Diego. Penampilan para siswa ini akan dipentaskan pada tanggal 27 September 2014 di Spreckels Theatre dan pada tanggal 3 Oktober 2014 di Mandeville Auditorium UCSD. Penampilan ini selain bertujuan untuk memperkenalkan budaya Indonesia juga sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada seluruh warga San Diego, yang telah menerima mereka dengan baik selama Overseas Program.

CULFEST_POSTER_FINAL

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hari ketiga puluh, Rabu, 24 September 2014

Setelah minggu lalu para siswa IISS, IIHS dan IIBS berkesempatan mengunjungi San Diego Zoo, hari ini para siswa berkesempatan untuk mengunjungi San Diego Safari Park. San Diego Safari Park, tentunya berbeda dengan San Diego Zoo. Di San Diego Safari Park selain terdapat koleksi satwa juga terdapat koleksi tanaman. Dari segi ukuran lokasi, San Diego Safari Park memang lebih luas daripada San Diego Zoo. Di San Diego Safari Park, para siswa dapat melihat koleksi satwa yang jumlahnya lebih banyak daripada di San Diego Zoo.

IMG_1703 IMG_1704

Sama seperti di San Diego Zoo, San Diego Safari Park dibagi menjadi beberapa zona, total zona yang berada di San Diego Safari Park adalah tiga belas zona Safari Base Camp, Nairobi Village, Gorilla Forest, African Woods, The Grove, African Outpost, Lion Camp, Elephant Valley, Tiger Trail, Condor Ridge, World Garden, Asian Savanna dan African Plains.

IMG_1708 IMG_1705

Beberapa zona yang menjadi favorit para siswa adalah African Outpost, Asian Savanna dan African Plains. African Outpost merupakan zona yang paling tidak berisi dua hewan khas benua Afrika yakni Cheetah dan Warthog. Cheetah termasuk hewan pelari tercepat di dunia, kecepatan berlari cheetah dapat mencapai 70 mil/ jam. Sementara Warthog merupakan hewan sejenis babi hutan yang berasal benua Afrika. Warthog memiliki semacam cula di dekat mulutnya. Warthog bukanlah termasuk hewan yang dilindungi di Afrika sebab jumlahnya yang sangat banyak dan kemudahan Wathog untuk beradaptasi dengan lingkungan.

IMG_1724 IMG_1716

Berbeda dengan African Outpost, Zona Asian Savannah berisi setidaknya dua jenis satwa herbivora yakni kuda jenis Przwalski dan Arabian Oryx atau yang biasa dikenal dengan kambing gunung. Kuda Przwalski berbeda dengan kuda pada umumnya yang bertubuh tinggi dan jenjang. Kuda Przwalski ini berkaki pendek dan cenderung memiliki perut yang gendut. Para siswa sangat takjub karena untuk pertama kalinya mereka berkesempatan melihat spesies yang unik ini.

IMG_1710 IMG_1721

Zona lainnya adalah African Plains, koleksi zona ini mirip dengan koleksi zona Afrika yang ada di Taman Safari Indonesia. Zona African Plains berisi koleksi satwa yang hidup di padang rumput Afrika seperti jerapah, zebra, badak putih dan burung Crown

 

 

 

 

By : Admin /August 29, 2014 /Blog, Information, News /3 Comments

3 Comments

  1. Rina 1 September 2014 08:22 Reply

    Semoga sukses…dokumentasi siap untuk membuat foto2 yg bisa dijadikan kenangan
    Klau bisa. Setiap kelompok ada dokumentasi pada saat belajar di dalam kelas dan
    Di tempat2 menarik lainnya….tks

  2. Rina 9 September 2014 12:22 Reply

    Ass…mohon maaf sebelumnya ,kok gak ada foto anak iiss dan iihs ya…tks

    • Admin 11 September 2014 00:57 Reply

      Walaikumsalam.Wr,Wb. Terima kasih atas support dan sarannya, memang sedang kami lakukan pengumpulan dokumentasi setiap kegiatan siswa yang terpusat, mohon supportnya yah semoga IIEC kedepannya lebih baik..#amiin….untuk foto nanti akan kami konfirmasi ke bagian dokumentasi Overseas disana.ok.Wassalamualaikum,Wr,Wb.

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*




  • Palma One Building Lt 4
    Jl. H.R. Rasuna Said Kav X-2 No.4
    Jakarta 12950