Mari Mengenal Biota Laut di Birch Aquarium San Diego – OVERSEAS PROGRAM 2015

Dari Nemo hingga terumbu karang cantik

tidak diketahui-1Pada hari Senin tanggal 21 September 2015 para siswa IIBS, IIHS dan IISS mengadakan acara fieldtrip ke Birch Aquarium, yang merupakan bagian dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Biota Laut Universitas of California San Diego (UCSD).

Acara ini diikuti oleh kurang lebih 160 siswa dan 13 Chaperone yang terbagi dalam beberapa kloter kedatangan berdasar grup kelas pembelajaran.

Dari hotel Suite Embassy kami naik bus nomor 30 yang langsung membawa kami ke pertigaan jalan menuju tempat tujuan. Dengan berjalan kaki selama 10 menit sambil menikmati bersihnya udara dan cerahnya pagi, rombongan sampai di Birch Aquarium yang diambil dari nama seorang pria yang secara konsisten mengabdikan diri dalam pengembangan dan pelestarian Biota laut di UCSD, Steven Birch.

Begitu masuk ke dalam ruangan, kami disambut dengan pemandangan akuarium besar yang berisi sekumpulan besar ikan yang terus bergerak bersama. Saat disana, petugas betul-betul menjaga para ikan untuk tidak stress seperti mengingatkan para pengunjung untuk tidak memegang kaca akuarium.

Tak berapa lama, para siswa mendapat tugas dari Kristin dan Justin untuk mengisi LKS seputar kehidupan biota laut. Anak-anak bersemangat mengerjakannya. Mereka sangat takjub dengan banyaknya ragam ikan dan terumbu karang yang hidup di dalam akuarium.

Yang unik, pihak akuarium bahkan juga membuat lingkungan yang diusahakan sama persis dengan habitat aslinya. Jadi secara kasat mata kita bisa melihat kaca Aquarium yang berembun karena air laut sub tropis yang dingin dan permukaan kaca yang sedikit hangat di akuarium Biota laut dari negara- negara sub tropis. Termasuk juga rumput laut dan terumbu karangnya.

tidak diketahuiJika kita jeli, maka kita dapat membedakan dengan mudah perbedaan hewan laut tropis dan sub tropis. Biota dari negara sub tropis seperti daerah perairan Amerika Utara mendekati warna hitam, abu- abu dan warna perak. Ukuran lebih besar, bahkan para siswa takjub melihat binatang laut yang sangat besar ukurannya dari berbagai spesies.

Begitupun dengan tampilan ubur-ubur dari berbagai ukuran dari yang berdiameter sebesar jari kelingking hingga 1 meter. Ada ubur-ubur yang putih pucat transparan melayang- layang cantik di dalam air seperti penari balet sedang menari mengikuti irama Fur Ellise. Ada pula yang berwarna kuning keemasan dan bergerak lincah, dan ada pula yang berukuran sangat besar.

Ubur-ubur menggunakan tentakelnya yang lembut sebagai alat pertahanan diri karena hampir semua tentakel ubur-ubur mengandung bisa atau racun yang bisa melumpuhkan binatang pemangsa. Beberapa jenis ubur-ubur bisa membunuh manusia dalam hitungan menit dengan melumpuhkan otot jantung sehingga darah tidak terpompa ke seluruh tubuh. Tidak heran kalau diketahui bahwa ubur-ubur merupakan hewan pembunuh manusia no.1 di lautan.

Tapi ada satu ubur-ubur yang tak beracun sama sekali. Ubur-ubur ini beradaptasi dengan habitatnya. Perlahan-lahan melewati waktu yang lama, mungkin puluhan atau ratusan tahun akhirnya racun/bisanya dapat menghilang dan kita bisa berenang dengan aman di antara mereka. Habitat mereka adalah sebuah danau Crater yang terbentuk dari kawah gunung berapi yang sudah tak aktif. Tahukah kalian bahwa ubur-ubur tersebut adanya di Derawan, Kalimantan. Allahuakbar! Maha Besar Allah dengan segala ciptaannya yang istimewa.

Sementara biota laut dari negara tropis lebih berwarna-warni dengan bentuk yang lebih variatif. Ada ikan singa (Lion Fish) atau dikenal di Indonesia sebagai ikan duri pengantin yang berwarna orange atau merah darah menyala dengan duri – duri tajam beracun yang mematikan. Ada pula sejenis ikan yang malas bergerak yang hidup di dasar samudera berwarna ungu tua bernama Kettle Fish. Ikan ini jarang sekali bergerak dan hidup di laut air dalam. Semakin ungu warna permukaan kulitnya, semakin banyak racun yang tersimpan di dalamnya. Selain itu makhluk ini jago bermimikri atau menyamar sesuai habitatnya agar tak terlihat oleh hewan pemangsa. Mungkin ini bisa jadi pelajaran buat manusia, jika ingin selamat lebih baik memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi dengan lingkungan dan jangan menonjolkan diri karena akan diwaspadai orang lain sebagai musuh yang pada akhirnya menjadi target mangsa.

Ada pula kura- kura albino yang besar sekali, beberapa kali melayang di perairan. Sayang saya tak sempat menangkapnya dalam kamera. Kura-kura itu memilih bermeditasi di dasar akuarium daripada menampakkan pesonanya saat ingin diabadikan.

tidak diketahui-2

Oh ya, ada pula beberapa ikan yang akan kita kenali sebagai ikan dalam permainan Feeding Franzy, berwarna abu-abu, hijau dan kuning. Begitupun Leonard Sharp, namun ukurannya masih kecil jadi belum terlihat menakutkan saat wajahnya meringis menatap kita. Tapi di akuarium ini mereka hidup rukun berdampingan, tidak saling memakan seperti di game terkenal itu.

Dari semua Biota laut yang kami lihat hari itu, ikan badut (Clown Fish) berwarna orange berselang seling warna hitam yang lincah bergerak di antara anemon cantik yang menjadi rumahnya itu adalah ikan yang paling terkenal dan paling dikenali pengunjung di sini. Tahu kan siapa dia…?

Betul sekali! Dialah Nemo, si ikan mungil yang menggemaskan yang mengarungi lautan untuk menemukan petualangan baru.

Sampai bertemu di kisah- kisah selanjutnya!

By : Admin /September 25, 2015 /Event, Information /0 Comment

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*




  • Palma One Building Lt 4
    Jl. H.R. Rasuna Said Kav X-2 No.4
    Jakarta 12950