Mengunjungi Cabrillo – OVERSEAS PROGRAM 2015

images (2)

Cabrillo adalah nama sebuah monumen nasional sekaligus sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi para veteran perang Amerika. Terletak di sebuah semenanjung Amerika yang memiliki keberagaman flora yang indah, Cabrillo menjadi tempat yang nyaman untuk menikmati udara laut yang bersih dan segar. Angin laut menderu terperangkap di jurang-jurang terjal batu yang eksotis, menimbulkan suara magis bagi yang mendengarnya. Udara yang sejuk dan bersih memenuhi rongga paru-paru kita. Jika anda cukup beruntung, lumba-lumba atau Orca si Paus Pembunuh akan terlihat di lautan lepas sana. Gunakanlah teropong yang dipasang di beberapa sudut tebing. Dari Cabrillo yang merupakan perbukitan, kita bisa melihat keindahan kota San Diego dari kejauhan. Sea Port, Jembatan layang, gedung-gedung perkantoran berpadu harmonis dengan pulau dan perumahan penduduk yang cantik. Tebing-tebing Cabrillo memberi efek dramatis saat kita berfoto di atasnya. Para siswa sibuk mengabadikan momen keindahan Cabrillo melalui telepon genggam mereka.

IMG-20150911-WA0007

Nama Cabrillo sendiri diambil dari nama penjelajah Spanyol Juan Rodriguez Cabrillo, yang menjadi orang pertama Benua Eropa yang tinggal di Amerika. Setelah 50 tahun pelayaran Christopher Columbus. Raja Spanyol memberikan 3 kapal besar sebagai modal pelayaran untuk mengarungi Benua Asia dan tempat penghasil rempah-rempah. Sempat diguncang badai dalam pelayaran, membuat Cabrillo sejenak menyandarkan kapal di San Miguel selama enam hari untuk menunggu badai reda. Ia sempat menamai dua pulau yang dilewatinya dengan nama San Salvador dan San Clemente. Ketika dalam pelayaran itu ia melihat sebuah daratan yang sangat luas, dan terlihat berkabut, ia menamakannya Bagia de los Fumos yang kini dikenal sebagai Los Angeles. Tidak diketahui dengan pasti akhir dari riwayat Cabrillo. Ada rumors yang menyebutkan jika ia terluka dan kemudian meninggal karena lukanya terserang infeksi. Tidak diketahui dengan pasti kapan waktu meninggalnya dan dimana ia dimakamkan. Cabrillo juga menjadi tempat berlindung binatang laut seperti anemon, ikan-ikan kecil dan dan terumbu karang.

Cabrillo juga menjadi habitat tanaman-tanaman perdu seperti buckwheat, lemon berry dan coffe berry. Di cabrillo juga terdapat sebuah mercusuar yang indah berikut rumah penjaganya. Robert Israel merupakan penjaga mercusuar terakhir di Cabrillo. Ia bekerja di sana selama 20 tahun bersama keluarganya, yaitu Maria istrinya dan 6 orang anaknya. Rumah peninggalan keluarga Israel masih terawat dengan baik berikut seluruh perabot bahkan kebun sayurnya. Dari kondisi kediaman mereka, kita bisa membayangkan bagaimana kira-kira kehidupan pada masa itu.

IMG-20150911-WA0010

Di Cabrillo, kita juga bisa mengunjungi museum tentang pelayaran Cabrillo. Di sana kita bisa melihat baju yang dipakai para pelaut dan juga seragam kebesaran sang admiral, berikut alat-alat navigasi pada masa itu seperti peta, kompas, jarum pasir, kemudi, jangkar dan lain-lain. Hal yang bisa kita pelajari dari kunjungan ke Cabrillo adalah betapa rapihnya orang Amerika merawat dan menyimpan sejarah bangsanya. Cara mereka memperlakukan benda-benda bersejarah menunjukkan orang Amerika menghargai jasa para pendahulunya. Sejarah membuat kita belajar dari kesalahan dan kebaikannya agar kita tak lagi mengulangi kesalahan yang sama. Bangsa yang tidak menghargai sejarah, akan kehilangan identitasnya sebagai bangsa. Begitupun lampu mercusuar berusia ratusan tahun dari 1855 hingga sekarang masih bersih bening yang terbuat dari lensa Fresnel yang pada masanya bahkan bisa dilihat pelayar dari jarak 39 mil. Mercusuar di Cabrillo dihentikan pengoperasiannya pada 23 Maret 1891 karena seringnya terjadi kabut dan awan yang rendah menghalangi sinar mercusuar sehingga keluarga Israel memutuskan pindah ke stasiun baru di dasar bukit.

IMG-20150911-WA0005Semoga dengan melakukan kunjungan ke Cabrillo, para siswa menyadari betapa pentingnya arti dedikasi pada hal yang kita kerjakan, seperti Mr. Israel yang bekerja menjaga lampu mercusuar dan memantau lalu lintas kapal demi keselamatan pelayaran. Ia bekerja 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu dan tanpa ada hari libur mengingat pentingnya tugas ini. Selamat tingggal Cabrillo, semoga kita bisa menikmati lagi indah dan cantiknya lampu mercusuar yang ada di sana.

September 1st, 2015

By : Admin /September 11, 2015 /Event, Information /0 Comment

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


Warning: fsockopen() [function.fsockopen]: php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /home/sloki/user/iiecacid/sites/iiec-edu.com/www/wp-content/plugins/sweetcaptcha-revolutionary-free-captcha-service/library/sweetcaptcha.php on line 71

Warning: fsockopen() [function.fsockopen]: unable to connect to www.sweetcaptcha.com:80 (php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known) in /home/sloki/user/iiecacid/sites/iiec-edu.com/www/wp-content/plugins/sweetcaptcha-revolutionary-free-captcha-service/library/sweetcaptcha.php on line 71
Couldn't connect to server: php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known (0)