Puncak Pagelaran Akbar Indonesian Cultural Festival di Copley Simphony Hall – OVERSEAS PROGRAM 2015

IMG-20151003-WA0002

Pada Sabtu, 26 September 2015 pukul 19.00 waktu San Diego, para siswa siswi International Islamic Education Council menyelenggarakan pagelaran tari dan lagu dengan tema “Discover the Radiance of the Equatorial Emerald” yang diselenggarakan di Copley Simphony Hall 1245 7th avenue San Diego California.
Pertunjukan ini berisi beberapa tari dari berbagai daerah di Indonesia. Adapun tari-tari an yang ditampilkan diantaranya parade bendera, menampilkan tarian para pemuda yang menawarkan rasa persahabatan dan kerjasama dua negara, Indonesia dan Amerika Serikat (USA).

Pasambahan, adalah tarian pembuka acara upacara adat di Padang seperti pernikahan. Para gadis-gadis membawa nampan besar berisi kue-kue tradisional untuk dihidangkan pada para tamu yang hadir dalam pernikahan tersebut.

Galuh Tampian, tarian dari Sumatera Barat yang mengisahkan sekumpulan para wanita yang bersuka ria membersihkan beras dari bulir gabah atau kulit ari yang masih tersisa setelah melalui proses ditumbuk setelah panen padi.

IMG-20151003-WA0001

Tari Betawi adalah tarian yang menampilkan sekelompok pemuda dan pemudi sedang saling mengenal satu sama lain. Irama yang ceria merupakan ciri khas tarian ini.

Sindang Duo, yang menceritakan sekumpulan pemuda dan pemudi sedang bercengkerama. Yang apik dari tarian ini adalah kekompakan para penari menabuh kendang menciptakan irama yang serentak dan menciptakan kebersamaan.

Bagurau adalah tarian para bocah perempuan yang sedang menikmati hari luangnya di pagi yang indah.

Andrea Putri Ataturk, siswi IISS menyanyikan dua buah lagu yang terkenal sepanjang masa, “Bengawan Solo” ciptaan almarhum Gesang yang menceritakan keindahan sungai terpanjang di Pulau Jawa yang airnya jernih dan mengalir tenang membawa kemakmuran bagi masyarakat sekitar dan “Kampuang nan Jauh di Mato” yang menceritakan kerinduan seseorang akan tanah kelahirannya karena ia sedang merantau.

IMG-20151003-WA0000

Begitupun ada tari Randai dan pencak silat, Sekapur Sirih, tari perang Kalimantan dan tarian rakyat Papua. Yang paling membuat terkesima para penonton adalah Tari Saman dari Aceh yang menonjolkan kekompakan, kebersamaan, semangat pantang menyerah. Pergantian gerakan yang sangat cepat namun tetap rapi dan kompak serta diselingi teriakan nyaring itu mempesona para penonton dan menghasilkan tepukan panjang.

Acara malam itu berlangsung sukses. Para penonton memberikan tepukan meriah dan memuji betapa bagusnya tarian para siswa tersebut.

IIEC berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi para siswa untuk mengenal dunia luar, untuk mengeksplorasi kemampuannya dan untuk meningkatkan rasa percaya diri para siswa setelah mereka membuktikan bahwa mereka bisa berkarya.

Terima kasih kepada Presiden IIEC Ms Indah Permata dan Bapak Emil Abbas selaku founding father of IIEC yang berusaha sebaik-baiknya untuk menyukseskan acara ini. Viva IIEC!

By : Admin /October 03, 2015 /Article, Event /0 Comment

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*




  • Palma One Building Lt 4
    Jl. H.R. Rasuna Said Kav X-2 No.4
    Jakarta 12950