General

IIEC to thanks Kamloops with a Cultural Performance

IMG_6964-768x512

IIEC Spectacular Performances!

Indonesian culture comes to Kamloops this weekend when high school students from a boarding school in Jakarta take the stage to perform Merantau: A Hero’s Journey.

It is a traditional Indonesian story being told by visiting students from the International Islamic Education Council.

The audience will follow the travels of Hamid, an apprentice from Indonesia who has been sent on a journey. The 130 students, between 12 and 17 years old, will tell Hamid’s story through song, dance and oration along with traditional Indonesian music, instruments and costume.

They have been hard at work since 2017 practising for the performance. Rehearsals began last year back home in Indonesia in preparation for their six-week visit to Kamloops.

IMG_6964-768x512

The group is in the River City studying at the World International Branch of Thompson Rivers University (TRU). The performance is just one component of a curriculum for a short-term program offered by the Indonesian school and its partnership with TRU. This is the fifth year students from the International Islamic Education Council have come to Kamloops.

“This is such an important program to me,” says Myrissa Krenzler, a program coordinator with TRU World. “I have been with it since 2013 when it began and it is such a joy to see how it has grown and changed.”

Krenzler says she’s very proud of Kamloops and how open and welcoming the city is to the students.

“Beyond that, I see a city that takes an interest in this program and the students. Each student is staying with a Kamloops family as a result of a home-stay initiative. This is such a bonus for our students because Indonesian culture is much different from Canadian.”

She gives the example of the different cuisine and how living with a family helps to build that bridge. Besides sharing a home with a host family, students also take part in other cultural activities, including rock climbing, kayaking and camping.

Dellia Paramitha is a 15-year-old musician from Bandung, West Java and also student of SMA IIHS. She plays the talempong, a small kettle gong in the percussion section. She says her most memorable experience so far in Kamloops is the public transportation system.

“It takes me anywhere I need to go,” she tells KamloopsMatters.

As for the Sept. 9 show, many of the student performers speak English (subtitles will be provided). Admission to the family-friendly event is free. The show runs from 2 to 4 p.m. at the Sagebrush Theatre, at 821 Munro St.

“It is a program that these students have worked so hard on, and this performance is their way to say thank you to Kamloops,” says Krenzler.

— Marguerite Dodds is a TRU journalism intern 

By : Admin /November 02, 2018 /General /0 Comment Read More

Siswa SMA IIHS jadi Peneliti Muda

1

Peneliti Muda dari SMA IIHS, Goes to Korea

Alhamdulillah.  Siswa SMA IIHS jadi Peneliti Muda. SMA IIHS patut berbangga kepada dua orang siswinya yang menjadi delegasi peneliti termuda dari Indonesia. Apriliani Taufik dan Halimatusadiyah telah mengikuti pekan karya tulis ilmiah tingkat international, SICSSAM di Korea Selatan pada 7-9 Februari 2017.

Dalam SICSSAM (Seoul International Conference on Social Sciences and Management), April dan Halima, panggilan akrabnya, mempresentasikan paper dengan judul “Cultivate Self Essence Through Subconsius Mindset Changing to Increase the Quality of Work”.

Semoga pengalaman bergabung dengan para peneliti International bisa memotivasi ananda untuk terus berkarya di dalam dan luar negeri. Amin Yarabbal’alamin.

 3 Bersama dengan peneliti dunia 2

By : Admin /March 06, 2017 /Event, General /0 Comment Read More

Blood Donations with IISO

email

Jakarta, October 11th, 2013

With giving blood provides an essential lifeline to those in need, but a growing body of research demonstrates that it could have health benefits for the donor too. Findings have shown that donating blood reduces the risk of heart attacks and even cancer. It even burns 650 calories for every pint given.

1393105_686356358050674_1730342023_n

Para Pendonor sedang mengantri giliran

Blood Donations at our school is work program in the Division of Social, located in the building in Palma School IIHS One Floor 4.
Blood donation is open for public, a lot of parents who participated in the blood donation activity, not forget the teachers participating in this activity. There are some students who are old enough to try to participate in blood donation.Donors must be above a minimum limit of 17 years, where blood cells are formed. Blood donation is giving a lesson to the students about sharing to others. Hopefully this event can take place every year.

 

By : Admin /October 16, 2013 /Event, General, Information, News /0 Comment Read More

Meet The Author

993425_682931001726543_977472021_n

Jakarta, October 5, 2013

993425_682931001726543_977472021_n

Narasumber Meet The Author

Meet The Author is an event created by the International Islamic Students Organizations (IISO), meet the author program from international division, meet the author made ​​in to celebrate Language Month, the purpose of this activity to entertain the participants and provide insights about Indonesian literature, tips book writing / poetry and sharing information from the Speakers.

1378560_682933128392997_1342939724_n

Para Peserta Meet The Author

Speakers who fills this event is alumni of IIHS, Niki Zulfah has completed her work entitled “Rainbow of Love”, Niki Zulfah giving tips and sharing about her books. In addition, Niki Zulfah, Muhammad Ardiansyah-sharing was also about his book entitled La Tansa.
In addition to be filled by young authors, Meet The Author is also filled by the performance of the students and alumni IIHS 4th generation opportunity to present at the event.

By : Admin /October 16, 2013 /Event, General, News /0 Comment Read More

Pribadi yang Harus Dimiliki Seorang Guru di Era Modern

Teacher cleaning chalkboard with duster

Di abad ke 21 ini, banyak orang beralih kepada teknologi yang memudahkan mereka dalam berkomunikasi. Sesuai dengan tuntutan zaman, pendidikan haruslah mengikuti alur globalisasi tanpa mengesampingkan nilai-nilai budaya dan moral yang melekat pada setiap negara seperti Indonesia.

Jika pendidikan dituntut harus modern maka sebagai pencetak generasi penerus bangsa, para guru juga harus berpikir secara dinamis dan perlahan meninggalkan cara pembelajaran yang statis. Memang cara lama yang digunakan untuk belajar juga bisa menjadi panutan namun tidaklah salah jika mencoba melakukan perubahan cara pembelajaran secara bertahap namun pasti.

Jika cara pembelajaran guru bersifat statis seperti membaca, mencatat dengan mendikte, kerjakan tugas dan kumpulkan tugas maka musuh terbesar siswa adalah satu kata”Jenuh”. Siswa merasa seakan – akan tidak memiliki gambaran dalam pengalaman mereka selama belajar di sekolah. Jadi, tidak heran jika siswa datang ke sekolah bukan dengan perasaan semangat melainkan terpaksa bahkan bisa jadi siswa mudah bolos sekolah karena cara pembelajarannya tidak sesuai dengan yang diinginkan.

Dalam memberikan pembelajaran menurut kita benar belum tentu siswa dapat menerima karena setiap siswa pastilah memiliki daya tangkap yang berbeda. Ada yang cepat, standar dan ada yang harus dibimbing secara langsung. Oleh karena itu cobalah anda sesuaikan dengan cara belajar anak agar semua siswa dapat menangkap apa yang anda sampaikan dalam belajar.

Dewasa ini banyak sekolah yang memakai standar guru yang diterima seperti halnya sertifikat yang dimiliki seorang guru. seperti halnya guru harus memiliki sertifikat minimal sudah sarjana atau S-1. Beruntung jika mendapatkan seorang guru yang memiliki sertifikat yang lebih tinggi dari sarjana.

Mungkin ini memang memenuhi syarat seseorang untuk menjadi seorang guru, tetapi belum tentu guru yang paling efektif mereka berpotensi bisa memberikan ilmunya secara merata terhadap siswanya.Untuk itu selain wawasan, keterampilan juga perlu anda kembangkan sebagai guru. keterampilan apa sajakah itu? Berikut sikap yang harus dibangun sebagai guru modern di abad 21 ini.

1. Mempunyai jiwa pemimpin
Guru yang baik adalah mentor dan contoh untuk siswanya. Sebagai guru tidak cukup hanya memberitahu siswa untuk melakukan sesuatu melainkan perlu menunjukkan dengan contoh agar siswa dapat memahami apa yang disampaikan. Guru harus mendorong dan membimbing siswa untuk meraih sesuatu yang dapat menambah wawasannya.

2. Memiliki sikap diplomasi
Guru harus sabar dan fleksibel dalam mendengarkan ide-ide yang dikembangkan oleh siswa namun buatlah mereka percaya diri dalam keputusan yang diambil. Ketika seorang guru bertemu dengan siswa dan orang tua, mereka harus halus dan tegas pada saat membawakan informasi. Guru adalah diplomat, dan itu berarti pemikiran guru harus berjalanbersama-sama dengan siswa dan orangtuanya.

3. Memiliki visi 
Apakah Anda tetap konsisten mengikuti jadwal yang dibuat namun terlibat dengan keadaan yang darurat? Apakah Anda selalu memiliki rencana cadangan ketika pekerjaan anda tidak sejalan dengan yang diharapkan? Kemampuan untuk mengatur dan mempersiapkan diri untuk berbagai keadaan yang tak terduga sangat penting untuk pengajaran yang efektif.

4. Giat belajar
Setiap beraktivitas, berarti anda sedang belajar. Sebagai seorang guru, proses belajar tidak boleh berhenti. Waktu yang dihabiskan untuk mendapatkan gelar secara langsung mengajarkan anda bagaimana untuk konsisten dalam belajar. Setiap tahun Anda bisa menemukan cara-cara baru untuk mengajar, informasi baru yang dapat diberikan, serta memperoleh pemahaman yang lebih baik untuk siswa yang bisa membuat Anda menjadi guru yang dikenal sebagai guru modern.

Source :

www.kesekolah.com

By : Admin /September 20, 2013 /Article, General /0 Comment Read More


  • Palma One Building Lt 4
    Jl. H.R. Rasuna Said Kav X-2 No.4
    Jakarta 12950