News

Kunjungan H.Dedi Mizwar, WaGub Jabar ke SMP IISS

22853144_1748175038535462_1655644373444146934_n

KUNJUNGAN DEDI MIZWAR KE ASRAMA IIEC

Dibalik sibuk dan panasnya isu politik yang berkembang di Jawa Barat dan sekitarnya, Alhamdulilla Bpk H. Dedi Mizwar masih menyempatkan dirinya untuk hadir di SMP IISS menemani anak bungsunya, Gacia Kalila Mizwar untuk tes masuk SMP IISS pada Sabtu, 28 Oktober 2017. Kunjungan Dedi Mizwar ke asrama ini disambut hangat oleh seluruh siswa putri dan putra.

Di jadwal beliau yang padat, beliau menyempatkan untuk melihat-lihat sekolah dan hadir di SELASA (Semarak Bulan Bahasa) yang pada tahun ini kami adakan di asrama Teuku Umar.

Terima kasih kepada Bapak dan Ibu H. Dedi Mizwar yang telah mempercayakan SMP IISS sebagai tempat putrinya membina ilmu yang akan meningkatkan IPTEK dan IMTAQ untuk beberapa tahun ke depan. Barakallahufikum Ibu & Bapak H. Dedi Mizwar KUNJUNGAN DEDI MIZWAR KE ASRAMA IIEC

22789119_1748175151868784_7302901220728269557_n

22853096_1748175411868758_1897157355308565786_n 22853144_1748175038535462_1655644373444146934_n

By : Admin /October 30, 2017 /Article, Event /0 Comment Read More

Siswa SMA IIHS jadi Peneliti Muda

1

Peneliti Muda dari SMA IIHS, Goes to Korea

Alhamdulillah.  Siswa SMA IIHS jadi Peneliti Muda. SMA IIHS patut berbangga kepada dua orang siswinya yang menjadi delegasi peneliti termuda dari Indonesia. Apriliani Taufik dan Halimatusadiyah telah mengikuti pekan karya tulis ilmiah tingkat international, SICSSAM di Korea Selatan pada 7-9 Februari 2017.

Dalam SICSSAM (Seoul International Conference on Social Sciences and Management), April dan Halima, panggilan akrabnya, mempresentasikan paper dengan judul “Cultivate Self Essence Through Subconsius Mindset Changing to Increase the Quality of Work”.

Semoga pengalaman bergabung dengan para peneliti International bisa memotivasi ananda untuk terus berkarya di dalam dan luar negeri. Amin Yarabbal’alamin.

 3 Bersama dengan peneliti dunia 2

By : Admin /March 06, 2017 /Event, General /0 Comment Read More

Send-Off Ceremony Overseas Program 2016 to Australia

JAKARTA- Alhamdulillah. Pelepasan siswa siswi IIEC atau Send-Off Ceremony Overseas Program 2016 to Australia berjalan lancar pada hari ini, Selasa, 9 Agustus 2016. Meski di awal acara agak terlambat dikarenakan banyak pesawat orangtua murid yang delay atau berbagai kejadian lain yang tidak dapat diduga, tidak mengurangi semangat para peserta Overseas Program 2016 ini.
Mereka membawakan pertunjukan sebuah drama yang diangkat dari kisah daerah Minang berjudul Sabai nan Aluih, ratusan siswa IIBS, IISS, dan IIHS menunjukkan kebolehan mereka dalam seni peran, tari, dan seni suara. Kekompakan dan energi mereka dapat dirasakan para adik tingkat maupun para orangtua yang turut hadir di ball room Gd. Palma lt.6, pagi tadi.
Gemuruh tepuk tangan tak pelak mereka tuai dari awal hingga akhir acara. Hanya kebangaan dan rasa haru yang nampak dari wajah para orangtua murid yang berat melepas kepergian putra-putri mereka dalam Overseas Program 2016 ke Sydney-Australia.
Kami segenap akademisi IIEC mohon doa restu dari seluruh rakyat Indonesia, terutama keluarga siswa-siswi IIEC yang berangkat dalam misi pendidikan dan kebudayaan ke Australia ini agar perjalanan mereka dapat membawa banyak manfaat khususnya untuk diri mereka sendiri sebagai calon Khalifah di bumi ini dan umat muslim pada umumnya.
Semoga perjalanan mereka nanti yang berangkat pada tanggal 13 Agustus 2016 mendatang menjadi inspirasi bagi kita semua dalam menegakkan agama Islam dan meningkatkan rasa nasionalisme dalam diri kita. Amin Ya Rabbal’alamin.
IMG_0332IMG_0352 IMG_0348 IMG_0340 IMG_0332 IMG_0331 IMG_0322 IMG_0315 IMG_0311 IMG_0306 IMG_0278 IMG_0266 IMG_0260 IMG_0259 IMG_0251 IMG_0243 IMG_0229 IMG_0223 IMG_0218 IMG_0217 IMG_0211 IMG_0208 IMG_0188 IMG_0179 IMG_0172 IMG_0168 IMG_0163 IMG_0162 IMG_0137
By : Admin /August 09, 2016 /Event, News /0 Comment Read More

Siswa/i IIEC Kunjungan ke Museum Nasional

IMG_0089

Di tengah-tengah aktivitas masa prasesi, siswa-siswi SMP IISS-SMA IIHS berkunjung ke Museum Nasional Jakarta untuk meningkatkan rasa kecintaan generasi muda dan memperdalam wawasan para siswa mengenai sejarah dan budaya Indonesia.

Selain itu, kunjungan ke Museum Nasional ini bermanfaat sebagai sumber pembelajaran guna memperkuat pemahaman para siswa terkait materi pelajaran sejarah tentang kehidupan masyarakat Indonesia dari masa pra aksara, masa Hindu-Buddha, dan terdapat materi tentang kebudayaan yang ada di Indonesia.

Setelah seminggu lebih mereka melaksanakan prasesi di dalam dan di luar gedung Palma One yang juga gedung sekolah tercinta, kunjungan ini sekaligus melepas penat dan menyegarkan pikiran mereka. Tujuan akhirnya adalah mereka siap dengan pelajaran Academic maupun Islamic Studies yang akan mereka terima di sekolah dan asrama.

Bagi kalian generasi muda Indonesia maupun para orangtua yang ingin lebih mencintai budaya dan warisan leluhur kita, tidak ada salahnya berkunjung ke Meseum Nasional ini. Dijamin, selain rekreasi, kalian akan terpukau akan kekayaan budaya dan sejarah Indonesia.

IMG_0089IMG_9764 IMG_9972 IMG_9775 IMG_9965 IMG_0064 IMG_9840 IMG_9958 IMG_9944 IMG_9978 IMG_9819 IMG_9985 IMG_9777 IMG_9998 IMG_9880 IMG_0062 IMG_9846 IMG_9806 IMG_0041 IMG_0066

By : Admin /July 29, 2016 /Event, News /0 Comment Read More

Khotmil Quran dan Wisuda Tahfiz Juz 30

thumb_DSCF4473_1024
Alhamdulillah. Kegiatan Khotmil Quran dan Wisuda Tahfiz Juz 30 oleh siswi SMP IISS telah selesai digelar di Asrama Putri, Jl. Teuku Umar pada Sabtu, 18 Juni 2016.
Kegiatan yang diprakarsai oleh siswi SMP IISS angkatan 8 itu sekaligus merupakan wujud rasa syukur mereka telah belajar selama 1 tahun di SMP IISS. Kegiatan ini turut mengundang para orangtua siswa, Founder IIEC Bapak Emil Abbas, Buya Syharil, Principal IISS Ibu Siti Gemala, para guru, dan keluarga besar IIEC lainnya.
Acara diisi dengan berbagai kegiatan seperti khataman Al Qur’an, wisuda tahfiz, ceramah agama, buka bersama keluarga besar SMP IISS, dan ditutup dengan sholat berjamaah.
thumb_DSCF4499_1024 thumb_DSCF4411_1024 thumb_DSCF4409_1024 thumb_DSCF4405_1024 thumb_DSCF4408_1024 thumb_DSCF4349_1024 thumb_DSCF4436_1024 thumb_DSCF4441_1024 thumb_DSCF4438_1024 thumb_DSCF4473_1024 thumb_DSCF4482_1024
By : Admin /June 20, 2016 /Information, News /0 Comment Read More

IIEC Menggelar Shalat Khusuf Berjamaah

IMG_2456

Tanggal 9 Maret 2016 adalah peristiwa bersejarah bagi umat Muslim. Khususnya warga negara Indonesia. Karena hanya negara Indonesia-lah yang dilewati oleh Gerhana Matahari Total (GMT) di 11 provinsi.

Shalat gerhana (Shalat Khusuf) adalah shalat sunnah muakkadah yang ditetapkan dalam syariat Islam sebagaimana para ulama telah menyepakatinya. Allah SWT telah berfirman :

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Dan dari sebagian tanda-tanda-Nya adalah adanya malam dan siang serta adanya matahari dan bulan. Janganla kamu sujud kepada matahari atau bulan tetapi sujudlah kepada Allah Yang Menciptakan keduanya. (QS. Fushshilat : 37)

Maksud dari perintah Allah SWT untuk bersujud kepada Yang Menciptakan matahari dan bulan adalah perintah untuk mengerjakan shalat gerhana matahari dan gerhana bulan.

Selain itu juga Rasulullah SAW bersabda :

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِيَ

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda Allah SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah hingga selesai fenomena itu. (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Selain itu juga ada hadits lainnya :

لَمَّا كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ  نُودِيَ : إِنَّ الصَّلاَةَ جَامِعَةٌ

Ketika matahari mengalami gerhana di zaman Rasulullah SAW, orang-orang dipanggil shalat dengan lafaz : As-shalatu jamiah”. (HR. Bukhari).

Shalat gerhana disyariatkan kepada siapa saja, baik dalam keadaan muqim di negerinya atau dalam keadaan safar, baik untuk laki-laki atau untuk perempuan. Atau diperintahkan kepada orang-orang yang wajib melakukan shalat Jumat.

Namun meski demikian, kedudukan shalat ini tidak sampai kepada derajat wajib, sebab dalam hadits lain disebutkan bahwa tidak ada kewajiban selain shalat 5 waktu semata. Dalam rangka menjalankan sunnah Rasulullah, seluruh siswa siswi SMP IISS – SMA IIHS serta jajaran principal, guru dan staff melakukan Salat Kusuf kemarin. Tepat pukul 06.30, salat Kusuf dilaksanakan dengan diawali dengan dzikir dan istighfar. Sholat Kusuf kali ini dipimpin oleh Dr. Syahril Mukhtar, Lc., MA., MPPSI IIEC yang juga bertindak sebagai pengkhotbah pada Shalat Gerhana Matahari 9 maret 2016 ini.

Berikut foto liputan Shalat Gerhana Matahari Total yang tim publikasi Socmed dapatkan.

IMG_2468 IMG_2456 IMG_2453 IMG_2446 IMG_2431IMG_2581

IMG_2596

IMG_2565

IMG_2459

IMG_2497

IMG_2513

IMG_2533

IMG_2553

By : Admin /March 10, 2016 /Event, Information /0 Comment Read More

Sholat Gerhana Matahari

Pengertian hingga Tuntunannya.

sholat gerhana matahari

A. Pengertian

Shalat gerhana dalam bahasa arab sering disebut dengan istilah khusuf (الخسوف) dan juga kusuf (الكسوف) sekaligus. Secara bahasa, kedua istilah itu sebenarnya punya makna yang sama. Shalat gerhana matahari dan gerhana bulan sama-sama disebut dengan kusuf dan juga khusuf sekaligus.

Namun masyhur juga di kalangan ulama penggunaan istilah khusuf untuk gerhana bulan dan kusuf untuk gerhana matahari.

1. Kusuf

Kusuf (كسوف)adalah peristiwa dimana sinar matahari menghilang baik sebagian atau total pada siang hari karena terhalang oleh bulan yang melintas antara bumi dan matahari.

2. Khusuf

Khusuf (خسوف) adalah peristiwa dimana cahaya bulan menghilang baik sebagian atau total pada malam hari karena terhalang oleh bayangan bumi karena posisi bulan yang berada di balik bumi dan matahari.

B. Pensyariatan Shalat Gerhana

Shalat gerhana adalah shalat sunnah muakkadah yang ditetapkan dalam syariat Islam sebagaimana para ulama telah menyepakatinya.

1. Al-Quran

Dalilnya adalah firman Allah SWT :

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Dan dari sebagian tanda-tanda-Nya adalah adanya malam dan siang serta adanya matahari dan bulan. Janganla kamu sujud kepada matahari atau bulan tetapi sujudlah kepada Allah Yang Menciptakan keduanya. (QS. Fushshilat : 37)

Maksud dari perintah Allah SWT untuk bersujud kepada Yang Menciptakan matahari dan bulan adalah perintah untuk mengerjakan shalat gerhana matahari dan gerhana bulan.

2. As-Sunnah

Selain itu juga Rasulullah SAW bersabda :

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِيَ

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda Allah SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah hingga selesai fenomena itu. (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Selain itu juga ada hadits lainnya :

لَمَّا كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ  نُودِيَ : إِنَّ الصَّلاَةَ جَامِعَةٌ

Ketika matahari mengalami gerhana di zaman Rasulullah SAW, orang-orang dipanggil shalat dengan lafaz : As-shalatu jamiah”. (HR. Bukhari).

Shalat gerhana disyariatkan kepada siapa saja, baik dalam keadaan muqim di negerinya atau dalam keadaan safar, baik untuk laki-laki atau untuk perempuan. Atau diperintahkan kepada orang-orang yang wajib melakukan shalat Jumat.

Namun meski demikian, kedudukan shalat ini tidak sampai kepada derajat wajib, sebab dalam hadits lain disebutkan bahwa tidak ada kewajiban selain shalat 5 waktu semata.

C. Hukum Shalat Gerhana

Para ulama membedakan antara hukum shalat gerhana matahari dan gerhana bulan.

1. Gerhana Matahari

Para ulama umumnya sepakat mengatakan bahwa shalat gerhana matahari hukumnya sunnah muakkadah, kecuali mazbah Al-Hanafiyah yang mengatakan hukumnya wajib.

a. Sunnah Muakkadah

Jumhur ulama yaitu Mazhab Al-Malikiyah, As-Syafi’iyah dan Al-Malikiyah berketetapan bahwa hukum shalat gerhana matahari adalah sunnah muakkad.

b. Wajib

Sedangkan Mazhab Al-Hanafiyah berpendapat bahwa shalat gerhana matahari hukumnya wajib.

2. Gerhana Bulan

Sedangkan dalam hukum shalat gerhana bulan, pendapat para ulama terpecah menjadi tiga macam, antara yang mengatakan hukunya hasanah, mandubah dan sunnah muakkadah.

a. Hasanah

Mazhab Al-Hanafiyah memandang bahwa shalat gerhana bulan hukumnya hasanah.

b. Mandubah

Mazhab Al-Malikiyah berpendapat bahwa hukum shalat gerhana bulan adalah mandubah.

c. Sunnah Muakkadah

Mazhab As-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah berpendapat bahwa hukum shalat gerhana bulan adalah sunnah muakkadah.

D. Pelaksanaan Shalat Gerhana

1. Berjamaah

Shalat gerhana matahari dan bulan dikerjakan dengan cara berjamaah, sebab dahulu Rasulullah SAW mengerjakannya dengan berjamaah di masjid. Shalat gerhana secara berjamaah dilandasi oleh hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha.

2. Tanpa Adzan dan Iqamat

Shalat gerhana dilakukan tanpa didahului dengan azan atau iqamat. Yang disunnahkan hanyalah panggilan shalat dengan lafaz “As-Shalatu Jamiah”. Dalilnya adalah hadits berikut :

لَمَّا كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ  نُودِيَ : إِنَّ الصَّلاَةَ جَامِعَةٌ

Ketika matahari mengalami gerhana di zaman Rasulullah SAW, orang-orang dipanggil shalat dengan lafaz : As-shalatu jamiah“. (HR. Bukhari).

3. Sirr dan Jahr

Namun shalat ini boleh juga dilakukan dengan sirr (merendahkan suara) maupun dengan jahr (mengeraskannya).

4. Mandi

Juga disunnahkan untuk mandi sunnah sebelum melakukan shalat gerhana, sebab shalat ini disunnahkan untuk dikerjakan dengan berjamaah

5. Khutbah

Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang hukum khutbah pada shalat gerhana.

1. Disyariatkan Khutbah

Menurut pendapat As-Syafi’iyah, dalam shalat gerhana disyariatkan untuk disampaikan khutbah di dalamnya. Khutbahnya seperti layaknya khutbah Idul Fithri dan Idul Adha dan juga khutbah Jumat.

Dalilnya adalah hadits Aisyah ra berikut ini :

أَنَّ النَّبِيَّ  لَمَّا فَرَغَ مِنَ الصَّلاَةِ قَامَ وَخَطَبَ النَّاسَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَال : إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ عَزَّ وَجَل لاَ يُخْسَفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

Dari Aisyah ra berkata,”Sesungguhnya ketika Nabi SAW selesai dari shalatnya, beliau berdiri dan berkhutbah di hadapan manusia dengan memuji Allah, kemudian bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda Allah SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah. (HR. Bukhari Muslim)

Dalam khutbah itu Rasulullah SAW menganjurkan untuk bertaubat dari dosa serta untuk mengerjakan kebajikan dengan bersedekah, doa dan istighfar (minta ampun).

2. Tidak Disyariatkan Khutbah

Sedangkan Al-Malikiyah mengatakan bahwa dalam shalat ini disunnahkan untuk diberikan peringatan (al-wa’zh) kepada para jamaah yang hadir setelah shalat, namun bukan berbentuk khutbah formal di mimbar.

Al-Hanafiyah dan Al-Hanabilah juga tidak mengatakan bahwa dalam shalat gerhana ada khutbah, sebab pembicaraan Nabi SAW setelah shalat dianggap oleh mereka sekedar memberikan penjelasan tentang hal itu.

Dasar pendapat mereka adalah sabda Nabi SAW :

فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah. (HR. Bukhari Muslim)

Dalam hadits ini Nabi SAW tidak memerintahkan untuk disampaikannya khutbah secara khusus. Perintah beliau hanya untuk shalat saja tanpa menyebut khutbah.

6. Banyak Berdoa, Dzikir, Takbir dan Sedekah

Disunnahkan apabila datang gerhana untuk memperbanyak doa, dzikir, takbir dan sedekah, selain shalat gerhana itu sendiri.

فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

Apabila kamu menyaksikannya maka berdoalah kepada Allah, bertakbir, shalat dan bersedekah. (HR. Bukhari dan Muslim)

E. Tata Cara Teknis Shalat Gerhana

Ada pun bagaimana bentuk teknis dari shalat gerhana, para ulama menerangkan berdasarkan nash-nash syar’i sebagai berikut :

1. Dua Rakaat

Shalat gerhana dilakukan sebanyak 2 rakaat. Masing-masing rakaat dilakukan dengan 2 kali berdiri, 2 kali membaca qiraah surat Al-Quran, 2 ruku’ dan 2 sujud. Dalil yang melandasi hal tersebut adalah :

Dari Abdullah bin Amru berkata,”Tatkala terjadi gerhana matahari pada masa Nabi SAW, orang-orang diserukan untuk shalat “As-shalatu jamiah”. Nabi melakukan 2 ruku’ dalam satu rakaat kemudian berdiri dan kembali melakukan 2 ruku’ untuk rakaat yang kedua. Kemudian matahari kembali nampak. Aisyah ra berkata,”Belum pernah aku sujud dan ruku’ yang lebih panjang dari ini. (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Bacaan Al-Quran

Shalat gerhana termasuk jenis shalat sunnah yang panjang dan lama durasinya. Di dalam hadits shahih disebutkan tentang betapa lama dan panjang shalat yang dilakukan oleh Rasulullah SAW itu :

ابْنُ عَبَّاسٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا – قَال : كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ  فَصَلَّى الرَّسُول  وَالنَّاسُ مَعَهُ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلاً نَحْوًا مِنْ سُورَةِ الْبَقَرَةِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً ثُمَّ قَامَ قِيَامًا طَوِيلاً وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الأْوَّل ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الأْوَّل

Dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhu, dia berkata bahwa telah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah SAW. Maka Rasulullah SAW melakukan shalat bersama-sama dengan orang banyak. Beliau berdiri cukup lama sekira panjang surat Al-Baqarah, kemudian beliau SAW ruku’ cukup lama, kemudian bangun cukup lama, namun tidak selama berdirinya yang pertama. Kemudian beliau ruku’ lagi dengan cukup lama tetapi tidak selama ruku’ yang pertama. (HR. Bukhari dan Muslim)

Lebih utama bila pada rakaat pertama pada berdiri yang pertama setelah Al-Fatihah dibaca surat seperti Al-Baqarah dalam panjangnya.

Sedangkan berdiri yang kedua masih pada rakaat pertama dibaca surat dengan kadar sekitar 200-an ayat, seperti Ali Imran.

Sedangkan pada rakaat kedua pada berdiri yang pertama dibaca surat yang panjangnya sekitar 250-an ayat, seperti An-Nisa. Dan pada berdiri yang kedua dianjurkan membaca ayat yang panjangnya sekitar 150-an ayat seperti Al-Maidah.

3. Memperlama Ruku’ dan Sujud

Disunnahkan untuk memanjangkan ruku’ dan sujud dengan bertasbih kepada Allah SWT, baik pada 2 ruku’ dan sujud rakaat pertama maupun pada 2 ruku’ dan sujud pada rakaat kedua.

Yang dimaksud dengan panjang disini memang sangat panjang, sebab bila dikadarkan dengan ukuran bacaan ayat Al-Quran, bisa dibandingkan dengan membaca 100, 80, 70 dan 50 ayat surat Al-Baqarah.

Panjang ruku’ dan sujud pertama pada rakaat pertama seputar 100 ayat surat Al-Baqarah, pada ruku’ dan sujud kedua dari rakaat pertama seputar 80 ayat surat Al-Baqarah. Dan seputar 70 ayat untuk rukuk dan sujud pertama dari rakaat kedua. Dan sujud dan rukuk terakhir sekadar 50 ayat.

Dalilnya adalah hadits shahih yang keshahihannya telah disepakati oleh para ulama hadits.

كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ  فَصَلَّى الرَّسُول  وَالنَّاسُ مَعَهُ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلاً نَحْوًا مِنْ سُورَةِ الْبَقَرَةِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً ثُمَّ قَامَ قِيَامًا طَوِيلاً وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الأْوَّل ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الأْوَّل

Dari Ibnu Abbas ra berkata,”Terjadi gerhana matahari dan Rasulullah SAW melakukan shalat gerhana. Beliau beridri sangat panjang sekira membaca surat Al-Baqarah. Kemudian beliau ruku’ sangat panjang lalu berdiri lagi dengan sangat panjang namun sedikit lebih pendek dari yang pertama. Lalu ruku’ lagi tapi sedikit lebih pendek dari ruku’ yang pertama. Kemudian beliau sujud. Lalu beliau berdiri lagi dengan sangat panjang namun sidikit lebih pendek dari yang pertama, kemudian ruku’ panjang namun sedikit lebih pendek dari sebelumnya.(HR. Bukhari dan Muslim).

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc., MA

Sumber : ww.rumahfiqih.com

By : Admin /March 08, 2016 /Event, Information /0 Comment Read More

EduFair SMA IIHS 2016 Kembali Digelar

Open Your Mind, Find Your Future

 

JAKARTA – SMA IIHS, Jakarta kembali mengadakan kegiatan Education Fair pada Sabtu, 27 Februari 2016. Acara ini merupakan program kerjasama dengan perguruan baik negeri maupun swasta beserta konsultan-konsultan pendidikan lainya. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Sekolah SMA IIHS, Drs. Zerry Novian, M.Si dan diisi dengan Talkshow oleh Rabbani Alfan,  penulis buku “ Waspada Jaket Syndrome” dan owner dari jelajahkampus.com.

Lebih dari 20 universitas terbaik yang hadir, baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), maupun agen universitas luar negeri. Bertemakan “Open Your Mind, Find Your Future”, para siswa SMA IIHS sangat antusias menyambut acara yang juga dikenal dengan EduFair ini.

EduFair SMA IIHS menjadi wadah bagi orang tua siswa dan siswa SMA IIHS untuk mensuplai informasi terkait tips masuk perguruan tinggi negeri favorit. Di EduFair ini, para orangtua juga memantapkan strategi memilih jurusan untuk para siswa agar tidak salah jurusan.

10

EduFair tahun ini dikemas sangat menarik. Selain acara utama adalah wisata education, di pagi hari dilangsungkan diskusi menarik bersama  Rabbani Alfan yang juga Alumni UGM. Dalam sharing inspiratif tersebut, para orangtua dan siswa diberikan tips-tips agar tidak salah memilih jurusan. Tak hanya itu, sharing ini juga berguna agar para siswa memiliki kekuatan, komitmen, kepercayaan, dan motivasi memantapkan diri untuk memilih sebuah jurusan selaras dengan panggilan jiwa mereka berdasarkan minat dan bakat mereka.

Menurut Syafrida Ar Rumaisha, ketua pelaksana EduFair 2016, EduFair dapat menjadi jembatan dan fasilitas para siswa agar lebih terbuka wawasannya, pengetahuannya, dan mendapatkan informasi yang cukup untuk memilih jurusan yang sesuai panggilan jiwa mereka.

13

“Tidak sekedar ikut-ikutan fenomena jurusan atau universitas syndrome saja, namun kami berharap acara ini dapat menyelesaikan kegalauan dalam diri siswa dalam memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan panggilan jiwa mereka,” ujar wanita yang dikenal dengan Ms. Rida ini.

Tidak hanya menemukan universitas yang sesuai panggilan jiwa mereka saja, Rida berharap mereka juga sadar akan konsekuensi menjadi mahasiswa. Selepasnya dari SMA IIHS, mereka haruslah berkarya agar bermanfaat untuk agama, negara, dan bangsa.

“Alhamdulillah acara ini mendapatkan respon positif dari siswa, orangtua, dan guru. Semoga acaranya bermanfaat bagi semua peserta dalam setiap rangkaian acara. Kedepannya semoga acara EduFair tahun depan dapat lebih baik lagi. Amin, “ harap Ms. Rida yang juga muadib putrid SMA IIHS ini.

29

 

By : Admin /March 03, 2016 /Event, Information /0 Comment Read More

EDUCATION FAIR 2016

14

Alhamdulillah..

Education Fair 2016 telah berhasil dilaksanakan pada tanggal 27 Februari 2016. Dalam acara ini, SMA IIHS menghadirkan puluhan tenan perwakilan dari berbagai perguruan tinggi negeri-swasta, dalam dan luar negeri. Tidak kalah penting, ada juga para agen pendidikan yang akan membantu para orangtua dan siswa untuk menemukan kampus impian.

Acara ini terselenggara mulai dari pkl 06.30-13.00 WIB. Berisi seminar yang diisi oleh xxx , tari-tarian daerah oleh para siswi SMA IIHS/SMP IISS hingga tur education di akhir acara. Terlihat dari ramainya booth yang ada, antusiasme para siswa terhadap acara ini pada umumnya dan keingintahuan mereka yang besar terhadap kampus yang akan mereka tuju.

Berikut foto liputan acara Education Fair 2016 dengan tajuk ” Open Your Mind, Find Your Future”.

1 2 3 4 10 9 8 7 6 5 11 13 14 15 16 22 21 20 19 18 17 24 23 25 26 28 12

By : Admin /February 29, 2016 /Event, Information /0 Comment Read More


  • Palma One Building Lt 4
    Jl. H.R. Rasuna Said Kav X-2 No.4
    Jakarta 12950